KUA-PPAS 2027 NTB Disepakati, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp6,22 Triliun

  • 14 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB dan DPRD NTB menyepakati KUA-PPAS 2027 dengan proyeksi pendapatan daerah mencapai Rp6,22 triliun.
  • Anggaran 2027 memprioritaskan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, industri agro-maritim, dan pariwisata berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama DPRD NTB menyepakati Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna di Kantor Gubernur NTB, Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam rancangan KUA-PPAS tersebut, pendapatan daerah NTB pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp6,22 triliun, naik 10,69 persen dibandingkan APBD Murni 2026.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penyusunan KUA-PPAS 2027 mengacu pada RKPD 2027 dengan fokus pada sejumlah agenda utama. Prioritas itu meliputi pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan industri agro-maritim, dan pariwisata berkelanjutan.

Iqbal menargetkan tren penurunan kemiskinan terus dijaga hingga NTB mampu mencapai angka kemiskinan satu digit pada akhir masa jabatannya.

“Yang paling penting bagaimana kita menjaga tren penurunan kemiskinan secara konsisten,” kata Iqbal dalam rapat paripurna tersebut.

Dari sisi fiskal, pemerintah provinsi menekankan pentingnya membuat proyeksi pendapatan yang realistis. Pemprov juga berupaya menjaga kemampuan keuangan daerah agar tidak menambah beban utang pada tahun anggaran berikutnya.

Pendapatan daerah 2027 terdiri atas PAD Rp3,128 triliun, pendapatan transfer Rp2,98 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp114,124 miliar.

Sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp6,060 triliun, meningkat 5,70 persen dibandingkan APBD Murni 2026.

Rancangan anggaran tersebut menghasilkan surplus sekitar Rp162,7 miliar. Surplus akan digunakan untuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo, penyertaan modal, serta menutup pembiayaan neto.

Selain membahas anggaran 2027, Iqbal menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok.

Ia mengatakan laporan musibah diterima sekitar pukul 04.20 WITA. Tim gabungan yang terdiri atas SAR, TNI-Polri, Basarnas, KSOP Lembar, Lanal, dan Dinas Perhubungan kemudian bergerak melakukan evakuasi.

Iqbal menyebut proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Satu orang dikonfirmasi meninggal dunia, sedangkan mayoritas penumpang berhasil dievakuasi. Lima orang lainnya masih dalam proses pendataan.

“Kemampuan evakuasi alhamdulillah sangat mengagumkan. Terima kasih kepada seluruh tim gabungan. Kita pastikan negara hadir, baik dalam penanganan penyelamatan maupun pascapenyelamatan,” ujar Iqbal.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta rapat mendoakan korban dengan membaca Al-Fatihah.

Iqbal juga mengapresiasi hubungan kerja antara Pemprov NTB dan DPRD NTB yang dinilai berjalan kondusif. Menurut dia, komunikasi politik dan kemitraan antara eksekutif dan legislatif menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Ia berharap sinergi tersebut terus dipertahankan agar pembangunan NTB dapat berjalan lebih maju, berdaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....