Jeruk Manis Festival IV Angkat Potensi Desa dan Kelestarian Adat
- 12 Agt 2026 20:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Jeruk Manis Festival IV kembali digelar di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, dengan mengangkat potensi masyarakat, budaya, serta lingkungan desa. Kegiatan yang berlangsung 11–17 Agustus tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kemandirian desa sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat luas.
Bupati Lombok Timur, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik mengapresiasi kemandirian Pemerintah Desa Jeruk Manis dan masyarakat dalam menyelenggarakan festival tersebut. Kegiatan itu tetap dapat dilaksanakan tanpa dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, di tengah efisiensi anggaran dan kebijakan dana desa yang turut diarahkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
“Tidak banyak desa yang secara mandiri mau menyelenggarakan acara ini. Tetapi Desa Jeruk Manis tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membangun masyarakat dan menggelar acara-acara seperti ini,” ungkap Juaini.
Menurutnya, kemampuan masyarakat Desa Jeruk Manis menggelar kegiatan secara mandiri menunjukkan tingkat kemandirian dan partisipasi masyarakat yang semakin baik. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi dan kekuatan masyarakat setempat.
Selain kemandirian desa, konsistensi masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga adat dan budaya juga mendapat perhatian. Salah satunya Adat Kayu Jejeneng yang dinilai memiliki banyak nilai kebijaksanaan sekaligus mencerminkan keselarasan antara adat dan ajaran agama.
“Kayu Jejeneng ini kita lihat banyak sekali nilai yang terkandung di dalamnya. Tidak ada persoalan di Lombok ini antara agama dan adat, semuanya sudah menjadi satu kesatuan,” ujarnya.
Nilai-nilai dalam adat tersebut juga dinilai menjadi dasar interaksi masyarakat Jeruk Manis dengan lingkungan dan alam sekitar. Berada di kawasan selatan Gunung Rinjani, masyarakat Desa Jeruk Manis memiliki peran penting dalam menjaga hutan dan kelestarian alam yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar maupun wilayah Lombok Timur secara lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Juaini juga menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memasang lampu jalan di sekitar 8.000 titik. Pemasangan lampu akan diprioritaskan di kawasan desa wisata dan diharapkan dapat direalisasikan pada 2027.
“Kita berharap rencana pemasangan lampu jalan ini dapat terwujud pada 2027, terutama di desa-desa wisata, sehingga dapat mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata desa sekaligus meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat. Jeruk Manis Festival IV pun menjadi salah satu ruang untuk memperkuat potensi desa melalui budaya, lingkungan, dan partisipasi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....