Kapal Penumpang Terbakar di Selat Lombok, 172 Orang Selamat dan Satu Meninggal
- 12 Agt 2026 17:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Upaya pencarian dan evakuasi korban insiden terbakarnya kapal penumpang di perairan Selat Lombok masih berlangsung hingga Rabu, 12 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan seluruh penumpang dan kru kapal dapat ditemukan dan ditangani.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 04.15 WITA. Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga berita ini diturunkan, sebanyak 173 orang telah berhasil dievakuasi.
Dari total korban yang berhasil dievakuasi tersebut, 172 orang dinyatakan selamat. Sementara satu orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Proses pencarian dan evakuasi masih terus diintensifkan karena tim di lapangan masih mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. Berbagai unsur SAR dikerahkan untuk mempercepat penanganan di tengah kondisi operasi yang masih berlangsung.
Sejumlah alat utama turut digunakan dalam operasi tersebut, di antaranya KN SAR 220 Mataram dan KN SAR Arjuna. Selain itu, operasi juga mendapat dukungan Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, serta dua kapal yacht, yakni “No Comment” dan “Still Here”.
Tim SAR juga mengerahkan Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat atau RIB, serta Rigid Buoyancy Boat atau RBB untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi di sekitar perairan lokasi kejadian.
Operasi tersebut melibatkan personel dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar. Dukungan juga datang dari SGi Air Bali bersama Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, serta awak KMP PortLink II.
Selain itu, KMP Parama Kalyani, awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat, dan sejumlah instansi terkait turut terlibat dalam penanganan insiden tersebut.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan seluruh unsur SAR Gabungan masih dalam kondisi siaga penuh. Prioritas utama tim saat ini adalah memastikan keselamatan penumpang dan kru, termasuk memberikan penanganan medis serta mengevakuasi korban secara cepat dan optimal.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi,” ujar Muhamad Hariyadi dalam keterangan resminya.
Menurut Hariyadi, koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat juga terus dilakukan untuk mempercepat proses penanganan keadaan darurat tersebut. Sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam memastikan pencarian dan evakuasi dapat berjalan secara maksimal.
“Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini,” lanjutnya.
Hingga saat ini, operasi SAR masih berlangsung. Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, sementara perkembangan jumlah korban akan disampaikan kembali berdasarkan hasil pencarian dan evakuasi terbaru.
Kepala Kantor SAR Mataram memastikan data korban akan terus diperbarui secara berkala seiring perkembangan operasi di lapangan. Karena itu, data 173 orang yang telah dievakuasi tersebut masih merupakan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga berita ini diturunkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....