KMP Putri Yasmin Terbakar, Evakuasi Penumpang Jadi Fokus Utama ASDP

  • 12 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kepanikan terjadi di perairan Selat Lombok setelah KMP Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai, Bali–Lembar, Lombok, mengalami kebakaran pada Rabu, 12 Agustus 2026 pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.30 WITA tersebut langsung memicu operasi evakuasi.

Keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama, sementara sejumlah unsur penyelamatan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dari kapal yang terbakar.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, mengatakan ASDP menerima informasi terkait insiden tersebut dan segera mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Keselamatan dan evakuasi penumpang serta awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini,” ujarnya.

Menurut Handoyo, posisi ASDP dalam penanganan kejadian tersebut adalah sebagai operator Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar. Karena itu, ASDP langsung melakukan koordinasi dengan operator pelayaran, KSOP, Basarnas, kepolisian, Polairud, TNI AL, serta pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi sekaligus penanganan para penumpang yang terdampak dapat berlangsung secara terkoordinasi.

“ASDP dalam kapasitasnya sebagai operator Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar terus melakukan koordinasi dengan operator pelayaran, KSOP, Basarnas dan seluruh stakeholder yang terkait,” katanya menegaskan.

Sebagai bagian dari respons darurat, ASDP juga mengaktifkan posko keadaan darurat di kedua pelabuhan. Posko tersebut menjadi titik koordinasi untuk menerima penumpang yang berhasil dievakuasi sekaligus memastikan kebutuhan penanganan awal dapat segera diberikan.

Evakuasi dilakukan dengan melibatkan sejumlah armada, di antaranya kapal Polairud, kapal TNI AL, kapal Basarnas, serta kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan perkembangan operasi penyelamatan yang dilaporkan pada hari yang sama, sebanyak 172 orang berhasil dievakuasi, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia. Operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan untuk memastikan seluruh orang yang berada dalam kapal telah ditemukan.

ASDP sendiri menegaskan bahwa KMP Putri Yasmin merupakan kapal milik PT Jemla Ferry, sehingga fokus perusahaan dalam insiden ini berada pada dukungan terhadap evakuasi serta penerimaan dan penanganan penumpang di wilayah pelabuhan sesuai kewenangan perusahaan.

“Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam kepada keluarga korban. Proses evakuasi terus dilakukan dengan dukungan seluruh stakeholder,” ucapnya.

Handoyo menambahkan, ASDP terus memantau perkembangan keadaan secara intensif. Koordinasi lintas instansi juga dijaga agar seluruh kebutuhan penanganan kondisi darurat di Pelabuhan Padangbai maupun Pelabuhan Lembar dapat berjalan secara aman dan tertib.

“Fokus ASDP saat ini adalah mendukung evakuasi, penerimaan dan penanganan penumpang yang terdampak di area pelabuhan serta memastikan koordinasi dengan seluruh stakeholder berjalan dengan baik, aman dan lancar,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....