Penyuluh Agama Edukasi Siswa SMPN 5 Mataram Hindari Pergaulan Berisiko

  • 11 Agt 2026 15:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa SMP Negeri 5 Mataram untuk menghindari pergaulan yang dapat merusak masa depan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2026 tersebut merupakan program Penyuluh Agama Islam bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Komisi Penanggulangan AIDS.

Bimbingan dan penyuluhan dihadiri langsung Kepala SMP Negeri 5 Mataram, seluruh dewan guru, serta para siswa. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah karena dinilai penting untuk membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai pergaulan sehat dan upaya menjaga diri dari berbagai risiko.

Penyuluhan disampaikan Hj. Rahmi Kusbadian sebagai Ketua Pokjaluh NTB sekaligus Koordinator Dai Kesehatan Kota Mataram.

Menurutnya, edukasi kepada remaja penting dilakukan mengingat kasus HIV/AIDS yang masih menjadi perhatian, pergaulan dan perilaku seksual berisiko di kalangan remaja, serta adanya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) yang perlu diantisipasi.

Sebelum memasuki materi utama, kegiatan diawali dengan literasi berupa membaca Al-Qur'an dan Asmaul Husna bagi siswa Muslim. Sementara siswa non-Muslim mengikuti kegiatan yang disesuaikan dengan keyakinan masing-masing.

Dalam penyuluhan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pergaulan dan kehormatan diri. Menjaga pergaulan, menurut pemateri, bukan berarti membatasi pertemanan, melainkan mampu memilih lingkungan yang sehat dan saling mendukung.

Lingkungan pertemanan yang baik diharapkan dapat membantu remaja menjaga kehormatan diri sekaligus menghindarkan mereka dari berbagai pengaruh negatif.

Siswa juga diingatkan untuk menjaga mata, telinga dan tangan dari berbagai konten negatif yang dapat memengaruhi pola pikir maupun perilaku. Di era digital, kemampuan menyaring informasi dan memilih tontonan menjadi bagian penting dalam menjaga diri.

Selain itu, para siswa didorong untuk fokus belajar dan mengembangkan prestasi. Masa remaja dinilai sebagai masa emas untuk membangun fondasi masa depan melalui pendidikan, pengembangan minat, dan bakat.

Waktu serta energi yang digunakan untuk kegiatan positif diharapkan dapat menjauhkan siswa dari aktivitas yang berisiko dan mengganggu masa depan mereka.

Penguatan kegiatan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam penyuluhan. Para siswa diajak meningkatkan ibadah mahdhah, seperti salat, puasa, dan ibadah ritual lainnya sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan spiritual.

Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi kompas moral sekaligus benteng bagi remaja dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam berharap para siswa SMP Negeri 5 Mataram semakin memahami pentingnya memilih pergaulan yang sehat, menjaga kehormatan diri, serta mengisi masa muda dengan kegiatan positif untuk meraih masa depan dan cita-cita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....