Buka Festival Mobok Balang, Gubernur Minta Warga Tanah Beak Jaga Alam dan Sejarah

  • 09 Agt 2026 10:34 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur Iqbal meminta warga Tanah Beak menjaga lingkungan dan tidak merusak peninggalan sejarah terkait letusan Gunung Samalas.
  • Festival Mobok Balang menjadi ruang pelestarian tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal meminta masyarakat Desa Tanah Beak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi peninggalan sejarah yang tersimpan di wilayah tersebut. Pesan itu disampaikan Iqbal saat membuka Festival Mobok Balang ke-4 Tahun 2026 di Desa Tanah Beak, Sabtu, 8 Agustus 2026 malam.

Festival bertema “Semarak Kemerdekaan, Lestarikan Tradisi dan Kebersamaan” itu digelar menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Iqbal, Tanah Beak memiliki lingkungan alam yang masih terjaga. Kawasan tersebut tidak hanya penting bagi masyarakat setempat, tetapi juga berpengaruh terhadap ekosistem dan kehidupan warga yang berada di sepanjang aliran sungai di wilayah bawahnya.

Ia meminta warga tidak menebang pohon sembarangan, menjaga sungai, dan tidak membuang sampah ke lingkungan.

“Jangan tebang pohon. Manfaatkan sungai, tetapi jangan dirusak. Jangan membuang sampah sembarangan,” kata Iqbal.

Iqbal juga menyoroti potensi sejarah Tanah Beak yang berkaitan dengan letusan Gunung Samalas pada 1257. Ia menyebut sejumlah situs dan benda peninggalan masa lalu masih ditemukan di kawasan tersebut.

Ia meminta masyarakat yang menemukan benda bersejarah agar tidak merusak atau menjualnya, melainkan mengamankannya dan melaporkan kepada pemerintah melalui Dinas Kebudayaan.

“Kalau ada yang menemukan benda-benda dari masa lalu yang terkubur di sini, tolong diamankan. Nanti pemerintah akan membantu,” ujarnya.

Menurut Iqbal, benda-benda tersebut memiliki nilai penting untuk mengungkap kehidupan masyarakat Tanah Beak pada masa lalu. Peninggalan itu, kata dia, dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.

“Dari peninggalan itu kita bisa belajar bahwa Tanah Beak dahulu merupakan daerah yang sangat maju,” katanya.

Iqbal mendorong pemerintah desa berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah dan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengidentifikasi serta mengkaji berbagai potensi sejarah di Tanah Beak. Langkah tersebut dinilai penting agar situs dan benda bersejarah tidak hilang atau rusak.

Kepala Desa Tanah Beak Ahmad Usman mengatakan Festival Mobok Balang telah digelar selama empat tahun. Selain mempertahankan tradisi masyarakat, festival tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan empat tahun dan sangat membantu masyarakat kami, terutama para UKM yang ada di Desa Tanah Beak,” kata Ahmad.

Festival tahun ini diikuti lebih dari 200 peserta. Telkomsel NTB turut mendukung kegiatan tersebut melalui pembagian kartu kepada masyarakat dan bantuan CSR sebesar Rp20 juta bagi pedagang yang terlibat dalam festival.

Rangkaian festival berlanjut pada Ahad pagi dengan kegiatan jalan sehat.

Bagi masyarakat Tanah Beak, Mobok Balang menjadi momentum untuk menjaga tradisi, memperkuat silaturahmi, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Festival ditutup dengan kegiatan Mobok Balang yang diikuti lebih dari 200 peserta dengan membawa obor.

Iqbal turut mengapresiasi kuliner yang disiapkan masyarakat Tanah Beak. Ia menilai makanan yang disajikan tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan kebersamaan warga.

“Bukan hanya karena makanannya enak, tetapi karena dimasak dengan cinta oleh masyarakat Tanah Beak,” ujar Iqbal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....