PDAM Lombok Tengah Perkuat Pengawasan Kualitas Air
- 08 Agt 2026 17:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memperkuat pengawasan kualitas air bersih setelah sejumlah pelanggan di Desa Penujak mengeluhkan air keruh dalam beberapa hari terakhir. Perumdam memastikan kondisi tersebut telah ditangani. Hasil pengukuran terbaru menunjukkan tingkat kekeruhan air di wilayah pelayanan WTP Penujak mencapai 2,52 Nephelometric Turbidity Unit (NTU), masih di bawah ambang batas 5 NTU sesuai standar kualitas air.
Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Aan Alfian mengatakan, penanganan dilakukan segera setelah perusahaan menerima laporan dari masyarakat.
"Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan penyesuaian proses pengolahan di WTP Penujak dan memperkuat monitoring kualitas air. Berdasarkan hasil pengukuran terbaru menggunakan Turbidity Meter, tingkat kekeruhan air tercatat 2,52 NTU," kata Aan belum lama ini.
Menurut Aan, Perumdam berkomitmen memastikan air yang diproduksi dan didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kualitas.
Gangguan kekeruhan sebelumnya dipengaruhi kondisi air baku dari Bendungan Batujai yang mengalami peningkatan kekeruhan dan perubahan warna.
Kondisi tersebut diperparah dengan pembukaan saluran irigasi yang membuat sebagian pasokan air baku tidak dapat masuk melalui unit pengolahan aerator seperti kondisi normal. Akibatnya, beban pengolahan di WTP Penujak meningkat.
Meski demikian, Aan memastikan produksi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak secara keseluruhan masih berada dalam batas standar, dengan tingkat kekeruhan di bawah 3 NTU.
Kualitas air juga dipantau melalui pemeriksaan rutin setiap bulan oleh Dinas Kesehatan.
Aan menjelaskan, keluhan air keruh hanya terjadi pada sebagian pelanggan, terutama mereka yang berada di titik pelayanan paling rendah atau di bagian ujung jaringan distribusi WTP Penujak.
Untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi, Perumdam akan meningkatkan frekuensi flushing jaringan pipa dan pengurasan endapan atau sedimentasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga selama proses distribusi hingga sampai ke rumah pelanggan.
"Ke depan, kegiatan flushing dan pengurasan sedimentasi akan lebih rutin dilakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga," ujar Aan.
Ia mengatakan, pelaksanaan flushing dan pengurasan jaringan kemungkinan berdampak pada penyesuaian jadwal distribusi air di sejumlah wilayah.
Perumdam juga meminta pelanggan segera melaporkan jika kembali menemukan perubahan kualitas maupun gangguan distribusi air. Laporan masyarakat akan menjadi bahan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan di lapangan.
Sementara itu, warga Dusun Toro, Desa Penujak, Yuliani, mengatakan kondisi air di rumahnya kini telah kembali jernih.
"Sekarang airnya sudah jernih. Kemarin sempat berwarna hijau, tetapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali," kata Yuliani.
Perumdam Tirta Ardhia Rinjani menyatakan pengawasan kualitas air akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pelayanan dan memastikan pelanggan memperoleh air bersih yang memenuhi standar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....