Tata Ruang Jadi Tantangan, Arus Investasi Mataram Terus Menguat
- 07 Agt 2026 09:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Optimisme Pemerintah Kota Mataram untuk mencapai target realisasi investasi sebesar Rp1,18 triliun pada 2026 masih terjaga meski dihadapkan pada kendala tata ruang. Hingga akhir triwulan II 2026, realisasi investasi telah menyentuh Rp736,86 miliar atau 62,36 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut menunjukkan arus investasi masih bergerak positif, meskipun sejumlah rencana penanaman modal belum dapat direalisasikan karena penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum rampung.
Kepala DPMPTSP Kota Mataram, H. Novian Rosmana, mengatakan minat investor untuk menanamkan modal di Kota Mataram tetap tinggi, terutama pada sektor pergudangan, telekomunikasi, dan perumahan. Namun, proses perizinan pada beberapa lokasi masih harus menunggu kepastian status lahan.
"Ada beberapa pemohon yang sudah masuk, tetapi karena terkendala status lahan, prosesnya jadi tertunda," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut Novian, sektor pergudangan masih menjadi primadona investasi karena Mataram berperan sebagai pusat distribusi barang, bahan pangan, dan material di Pulau Lombok. Dari dua permohonan pembangunan gudang yang telah diajukan investor, satu izin sudah diproses karena seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap.
"Ada yang sudah lengkap persyaratan nya sedang di proses sedangkan satu permohonan lainnya masih dalam tahap melengkapi dokumen," kata Novian menjelaskan.
Di sisi lain, sektor telekomunikasi juga memperlihatkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga triwulan II 2026, jumlah menara telekomunikasi bertambah dari 56 unit menjadi 64 unit dengan nilai investasi mencapai Rp94,95 miliar.
"Kalau melihat kondisi sekarang meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Kota Mataram," ucapnya menambahkan.
Di tengah tantangan tata ruang, kualitas pelayanan perizinan DPMPTSP Kota Mataram justru mendapat pengakuan nasional. Berdasarkan penilaian Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, DPMPTSP Kota Mataram masuk dalam 34 besar nasional kategori pemerintah kota dengan nilai kinerja meningkat dari 81,956 menjadi 85,809 pada 2026.
"Peningkatan ini kita harapkan semakin memperkuat kepercayaan investor sekaligus menjadi modal untuk mengejar target investasi hingga akhir tahun ini," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....