Ekonomi NTB Tumbuh Dua Digit, Gubernur Iqbal Minta Data BPS Tak Sekadar Angka

  • 04 Agt 2026 07:58 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta data BPS disampaikan dengan narasi yang membangun optimisme masyarakat, bukan sekadar angka statistik.
  • Pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 13,64 persen didorong hilirisasi industri, sementara Pemprov menyiapkan langkah agar manfaatnya dirasakan lebih luas melalui penguatan pangan, UMKM, dan koperasi.

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan data statistik tidak cukup hanya dipublikasikan sebagai angka, tetapi juga harus dikomunikasikan dalam perspektif kebijakan agar masyarakat memahami arah pembangunan dan memiliki optimisme terhadap kondisi ekonomi daerah.

Iqbal mengatakan pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) perlu menyamakan narasi sebelum setiap rilis data resmi disampaikan ke publik.

"Ke depan, sebelum rilis resmi dilakukan, kita ketemu dulu, menyamakan narasi. Terlepas trennya baik atau tidak, yang penting narasinya sama sehingga bisa membangun optimisme masyarakat," kata Iqbal saat menerima audiensi Kepala BPS NTB di ruang kerjanya, Senin 3 Agustus 2026.

Menurutnya, NTB memiliki banyak potensi yang dapat menjadi modal untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi daerah. Karena itu, berbagai capaian ekonomi perlu disampaikan secara utuh agar tidak hanya dipahami sebagai deretan angka statistik.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi NTB pada 2026 tercatat mencapai 13,64 persen, didorong oleh beroperasinya fasilitas hilirisasi smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara serta meningkatnya aktivitas sektor pertambangan, industri pengolahan, jasa keuangan, dan akomodasi.

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan andil 4,56 persen, disusul industri pengolahan 2,97 persen, serta sektor pertanian 2,34 persen. Capaian tersebut menunjukkan hilirisasi mulai memberikan nilai tambah terhadap struktur ekonomi NTB.

Sejumlah indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB pada Februari 2026 turun menjadi 2,99 persen. Sementara itu, sektor pariwisata mencatat 1,24 juta tamu menginap di hotel-hotel di NTB selama Januari hingga Juni 2026. Inflasi tahunan hingga Juni 2026 juga tetap terkendali di level 3,55 persen.

Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, Pemprov NTB menyiapkan sejumlah langkah agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Salah satunya melalui pengendalian inflasi komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang dengan memperkuat produksi lokal.

Program tersebut akan dilakukan melalui gerakan menanam cabai di sekolah serta pemberdayaan relawan Desa Berdaya untuk mengembangkan kebun dan peternakan masyarakat. Hasil produksinya kemudian akan diserap oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat rantai pasok pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.

Iqbal menegaskan pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti pemerataan manfaat. Karena itu, pengembangan hilirisasi industri harus terhubung dengan sektor logistik, perdagangan, UMKM, hingga koperasi agar dampaknya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah NTB.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemprov NTB dan BPS diharapkan tidak hanya menghasilkan data pertumbuhan yang positif, tetapi juga mampu membangun optimisme publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....