KLU Siagakan 52 Ton Beras Cadangan, Antisipasi Bencana dan Krisis Pangan

  • 31 Jul 2026 19:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memperkuat sistem ketahanan pangan daerah dengan memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berada dalam kondisi aman hingga penghujung tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan stok beras yang dipersiapkan sebagai antisipasi menghadapi potensi bencana alam, kekeringan, maupun keadaan darurat yang dapat mengganggu akses masyarakat terhadap pangan.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara mencatat total cadangan beras pemerintah daerah saat ini mencapai sekitar 52 ton. Jumlah tersebut berasal dari pengadaan baru sebanyak 32 ton yang melengkapi sisa stok sebelumnya sekitar 20 ton.

Kepala DKP3 Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, mengatakan penambahan stok dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga kesiapsiagaan pangan. Menurutnya, keberadaan cadangan pangan menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bantuan ketika terjadi situasi darurat.

"Pengadaan sekitar 32 ton ini dilakukan untuk memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Jika ditambah dengan stok sebelumnya sekitar 20 ton, maka total cadangan yang tersedia saat ini mencapai kurang lebih 52 ton," katanya, Kamis 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut telah melampaui batas minimal cadangan pangan daerah yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni sebesar 25 ton. Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih memadai untuk melakukan intervensi apabila terjadi bencana yang berdampak terhadap masyarakat.

Tresnahadi mengatakan cadangan pangan tersebut diprioritaskan untuk membantu warga yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana, khususnya petani, nelayan, dan peternak yang menjadi kelompok paling rentan ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi pangan.

Selain menghadapi bencana alam, stok CPP juga disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kekeringan maupun kondisi darurat lainnya yang memerlukan penyaluran bantuan pangan secara cepat.

Menurutnya, keberadaan cadangan pangan bukan hanya sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat karena pemerintah telah memiliki mekanisme bantuan yang dapat segera diaktifkan ketika dibutuhkan.

Meski demikian, Tresnahadi berharap cadangan beras tersebut tidak perlu digunakan dalam jumlah besar. Ia berharap kondisi Lombok Utara tetap aman dari berbagai potensi bencana sehingga stok yang tersedia hanya berfungsi sebagai jaring pengaman apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

"Pemerintah tentu berharap daerah kita tetap aman dari bencana maupun kekeringan. Namun, stok ini harus tetap tersedia sebagai bentuk kesiapsiagaan agar masyarakat memiliki rasa tenang ketika menghadapi berbagai kemungkinan," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....