PLN Percepat Pengembangan PLTP Mataloko untuk Perkuat Kelistrikan Flores
- 31 Jul 2026 11:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memastikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko berkapasitas 2x10 MW di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, telah memasuki fase persiapan akhir sebelum pelaksanaan pengeboran (drilling). Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran manajemen PLN melakukan inspeksi langsung ke lokasi proyek guna memastikan seluruh aspek teknis dan infrastruktur pendukung telah siap, Rabu 28 Juli 2026.
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung bersama Vice President Panas Bumi PLN Maternikus Tigor Marolop Situmorang meninjau sejumlah fasilitas utama proyek, mulai dari wellpad, jalan akses, sistem penyediaan air hingga kawasan manifestasi panas bumi yang menjadi indikator utama potensi energi geothermal di Mataloko.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sebelum proyek memasuki tahapan pengeboran yang menjadi salah satu fase paling penting dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Selain mengecek kesiapan infrastruktur, manajemen PLN juga menelaah kesiapan sistem penyediaan air yang akan digunakan selama proses drilling. Saat ini PLN masih menunggu keputusan dari KfW selaku lembaga pemberi pendanaan terkait skema pemanfaatan air untuk mendukung kegiatan pengeboran.
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung mengatakan proyek PLTP Mataloko terus menunjukkan perkembangan positif dan kini berada pada tahap yang menentukan.
"Kami ingin memastikan seluruh kesiapan proyek, mulai dari infrastruktur pendukung, aspek teknis, hingga pengelolaan lingkungan telah memenuhi standar sehingga tahapan drilling dapat dilaksanakan secara aman, efektif, dan sesuai rencana," ujarnya.
Menurut Manurung, PLTP Mataloko merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Flores sekaligus memperbesar kontribusi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.
Ia menambahkan, pengembangan panas bumi menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mempercepat transisi menuju energi bersih yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran PLN juga meninjau langsung sejumlah titik manifestasi panas bumi sebagai bagian dari evaluasi lapangan terhadap potensi sumber daya geothermal yang dimiliki kawasan Mataloko.
Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi proyek, Manurung bersama jajaran manajemen mengikuti Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere.
Forum tersebut mempertemukan PLN, akademisi, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan proyek panas bumi sekaligus menyerap berbagai masukan terkait pengembangannya di Flores dan Lembata.
Manager Unit Pelaksana Proyek Nusra 2 Avianda Edwin Fachruddin menegaskan PLN akan terus mengedepankan keterbukaan informasi selama proses pengembangan proyek berlangsung.
Menurutnya, masyarakat akan terus dilibatkan agar memperoleh informasi yang utuh mengenai tahapan pekerjaan, potensi dampak serta berbagai upaya mitigasi yang disiapkan perusahaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....