Pemprov NTB Luncurkan Program Mustahik Berdaya untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem
- 30 Jul 2026 18:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan Program Mustahik Berdaya NTB sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Program tersebut diluncurkan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat membuka Rapat Kerja Teknis Pemberdayaan Rumah Layak Huni dan Zakat Kelompok Usaha Produktif yang digelar BAZNAS Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu, 29 Juli 2026.
Program Mustahik Berdaya mengarahkan pengelolaan zakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga menjadi modal pemberdayaan agar mustahik mampu mandiri secara ekonomi hingga bertransformasi menjadi muzakki.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan menghadirkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan.
"Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga transformatif," ujarnya. "Kita ingin mengubah bantuan menjadi peluang, mengubah ketergantungan menjadi kemandirian, dan mengubah potensi yang selama ini terpendam menjadi kekuatan ekonomi yang nyata."
Ia menjelaskan pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya masyarakat pada kelompok Desil 1 dan Desil 2, menjadi prioritas Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, Program Mustahik Berdaya NTB disinergikan dengan Program Desa Berdaya untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Selain itu, pemerintah meminta seluruh bantuan sosial, termasuk program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Mahani), disalurkan tepat sasaran berdasarkan data agar mampu menekan angka kemiskinan secara efektif.
"Mari kita pastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak. Data harus menjadi acuan, sehingga masyarakat pada Desil 1 dan Desil 2 dapat ditangani secara optimal. Dengan demikian, upaya menurunkan angka kemiskinan dapat berjalan lebih efektif," katanya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap zakat menjadi instrumen pembangunan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....