Pemprov NTB-BAZNAS Luncurkan Program Mustahik Berdaya

  • 30 Jul 2026 13:26 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi NTB bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan Program Mustahik Berdaya NTB. Program ini merupakan upaya memperkuat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menjelaskan, program ini merupakan terobosan penting dalam pengelolaan zakat di NTB. Zakat yang sebelumnya disalurkan dalam bantuan langsung, diubah menjadi bantuan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang mampu mendorong kemandirian penerima manfaat (mustahik).

Indah mengatakan, salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemberdayaan Rumah Layak Huni dan Zakat Kelompok Usaha Produktif di Hotel Lombok Astoria, Rabu, 29 Juli 2026 malam.

“Kita ingin mengubah bantuan menjadi peluang, mengubah ketergantungan menjadi kemandirian, dan mengubah potensi yang selama ini terpendam menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” ujarnya.

Menurut Indah, pengentasan kemiskinan ekstrem, terutama bagi masyarakat yang masuk kelompok Desil 1 dan Desil 2, menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, Program Desa Berdaya dan Mustahik Berdaya diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa, terutama di tengah menurunnya alokasi dana desa dalam dua tahun terakhir.

Mantan Bupati Bima itu juga mengingatkan agar bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Mahani) benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak. Para pengelola zakat diwanti-wanti untuk tidak salah sasaran, apalagi sampai secara sengaja memberikannya ke golongan tertentu yang tidak berhak.

“Kita harus melihat data yang ada di masing-masing desa, desil 1 dan 2 harus tuntas. Karena bila secara data desil 1 dan 2 ini tidak tertangani, maka mustahil angka kemiskinan itu bisa kita turunkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi NTB Lalu Muhammad Iqbal Murad menyampaikan distribusi dana zakat produktif sepanjang setahun terakhir meningkat lebih dari 427 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada berbagai program pemberdayaan, mulai dari bantuan Rumah Layak Huni, Gerobak Zakat Kelompok Usaha Produktif, hingga bantuan modal usaha yang kini telah menjangkau ratusan mustahik.

“Targetnya, penerima bantuan modal usaha yang segera mencapai 400 orang mustahik,” ucap Iqbal.

Selain bantuan permodalan, BAZNAS NTB juga memperluas pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pasar melalui program Z-Auto, Z-Coffee, pelatihan pengelasan, pertukangan, tata boga, operator mesin roti, menjahit, teknisi pendingin udara (AC), hingga pembentukan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Iqbal mengatakan, program-program tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan penerima manfaat. Rata-rata pendapatan usaha mustahik meningkat 150 hingga 200 persen setelah memperoleh intervensi program. Sekitar 15 persen di antaranya bahkan telah bertransformasi menjadi muzakki karena penghasilannya melampaui nisab zakat.

“Sekitar 40 persen lainnya telah menjadi munfik atau mutasaddiq yang rutin berinfak dan bersedekah,” kata Iqbal.

Untuk menjaga keberlanjutan usaha, BAZNAS NTB juga bekerja sama dengan Bank NTB Syariah dan Bank BPR dalam pendampingan usaha selama enam bulan. Mustahik yang dinilai berkembang akan direkomendasikan memperoleh tambahan modal usaha tanpa margin guna memperluas skala usahanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....