Festival Gumi Bayan 2026 Perkuat Pelestarian Budaya dan Membangun Generasi

  • 30 Jul 2026 13:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara- Festival Gumi Bayan 2026 mencapai puncaknya dengan semarak pertunjukan budaya yang melibatkan masyarakat dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya. Kegiatan yang berlangsung di halaman SDN 2 Bayan dan SMPN 6 Bayan, Selasa 28 Juli 2026, menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal.

Mengusung tema "Bumi Lestari, Budaya Harmoni", festival tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian budaya yang digagas bersama mahasiswa dan masyarakat Desa Bayan.

Dalam sambutannya, Kusmalahadi mengapresiasi Universitas Brawijaya yang memilih Desa Bayan sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari luar Pulau Lombok menjadi sejarah baru sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan budaya.

"Ini sesuatu yang luar biasa dan membanggakan. Semoga setelah teman-teman KKN kembali, mereka meninggalkan dampak positif dan kenangan baik bagi masyarakat Bayan," ujarnya.

Ia berharap pengalaman selama menjalankan pengabdian dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkarya serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta mendukung setiap program pembangunan desa yang dijalankan pemerintah bersama masyarakat.

Festival Gumi Bayan sendiri tidak hanya menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya tradisional, tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Ketua Panitia Festival, Mutiara, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Festival ini bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga identitas budaya Desa Bayan," katanya.

Festival Gumi Bayan 2026 diharapkan menjadi agenda budaya yang terus berkembang sekaligus memperkuat citra Desa Bayan sebagai salah satu kawasan yang konsisten menjaga tradisi dan kearifan lokal di Kabupaten Lombok Utara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....