Disdag Pastikan Elpiji Subsidi Tepat Harga jelang Maulid
- 29 Jul 2026 09:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mulai memperketat pengawasan distribusi elpiji subsidi 3 kilogram menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan di Pasar Cemare dan kawasan Ampenan, petugas menemukan satu pangkalan yang menjual elpiji subsidi seharga Rp19.000 per tabung atau Rp1.000 di atas harga eceran tertinggi (HET) yang masih berlaku sebesar Rp18.000 per tabung.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan pelanggaran tersebut langsung ditindak dengan teguran administratif sebagai bentuk peringatan agar pangkalan mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Meskipun selisihnya hanya Rp1.000 per tabung, praktik penjualan di atas HET tidak boleh dibiarkan karena berpotensi diikuti oleh pangkalan lainnya," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Menurut Sri Wahyunida, identitas pangkalan yang melanggar telah didata dan dilaporkan kepada agen penyalur sebagai dasar evaluasi. Jika teguran tidak diindahkan, sanksi yang diberikan dapat berupa pengurangan kuota distribusi, bahkan pencabutan izin operasional.
"Kami akan mengevaluasi kepatuhan pangkalan tersebut. Jika masih mengulangi pelanggaran, sanksi yang lebih tegas akan diterapkan," katanya.
Disdag juga mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi distribusi elpiji subsidi dengan melaporkan pangkalan yang menjual di atas HET. Laporan diharapkan disertai foto serta alamat lokasi agar petugas dapat segera melakukan verifikasi dan penindakan. Langkah itu dinilai penting mengingat keterbatasan jumlah petugas pengawas di lapangan.
Selain memastikan kepatuhan terhadap HET, sidak juga bertujuan menjaga ketersediaan pasokan elpiji subsidi bagi masyarakat menjelang dan selama Maulid Nabi. Hasil pemantauan menunjukkan stok elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan masih dalam kondisi aman.
"Kalau untuk ketersediaan stok masih aman sehingga kebutuhan masyarakat diperkirakan tetap dapat terpenuhi tanpa kendala distribusi," ujar Nida sapaan akrabnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....