Pemprov NTB Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika agar Lebih Nyaman
- 28 Jul 2026 20:51 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika untuk memperbaiki tata letak, memperluas akses masuk, dan meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
- Pemprov NTB juga menata ulang zonasi pedagang serta membenahi fasilitas pasar agar lebih rapi dan mampu mendukung kebutuhan industri pariwisata di kawasan Mandalika.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau proyek revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Senin, 27 Juli 2026. Penataan pasar di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika itu dilakukan setelah banyak dikeluhkan pedagang dan warga karena dinilai semrawut.
"Kita bantu tata letak dan perbaiki desainnya agar lebih rapi. Namun, kesan tradisionalnya harus tetap dipertahankan karena pasar ini berada di kawasan wisata," kata Iqbal.
Dalam peninjauan tersebut, Iqbal meminta akses masuk pasar diperlebar agar arus pengunjung lebih lancar. Menurut dia, akses yang lebih baik akan membuat wisatawan menjangkau seluruh lapak pedagang, tidak hanya yang berada di bagian depan.
Selain membenahi infrastruktur, Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan perbaikan tata kelola pasar. Iqbal mengatakan pasokan bahan pangan segar dari Pasar Kuta diharapkan dapat langsung memasok kebutuhan hotel dan restoran di kawasan Mandalika.
"Kami akan berkoordinasi dengan Disperindag agar pengelolaan pasar lebih tertata. Hasil dagangan segar dari pasar ini harus bisa masuk ke hotel dan restoran di sekitar kawasan," ujarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB, Dewi, mengatakan pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembongkaran tembok untuk memperlebar akses masuk, pengecatan, pembenahan sanitasi kamar mandi, serta pekerjaan beton.
Ia juga menyebut area penjualan ikan, daging, dan ayam yang selama ini tidak dimanfaatkan akan diaktifkan kembali melalui penimbunan dan pengecoran lantai.
Pemprov NTB bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah juga menata ulang zonasi pedagang. Pedagang sayur dan buah yang selama ini berjualan di luar pasar akan dipindahkan ke dalam. Sementara bagian depan pasar akan dimanfaatkan sebagai area toko mutiara dan lahan parkir terpadu.
Tokoh masyarakat kawasan selatan, Haji Bangun, menilai penataan zonasi penting untuk menghindari kecemburuan di antara pedagang.
"Kalau semua pedagang masuk ke dalam, pembeli akan menyebar. Selama masih ada yang berjualan di luar, pembeli cenderung berhenti di depan sehingga pedagang di dalam ikut keluar," katanya.
Salah seorang pedagang, Yuni, juga menyambut baik langkah pemerintah. Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada gubernur mengenai kondisi lapak yang bocor.
"Tadi saya sampaikan soal atap yang bocor dan katanya akan segera diperbaiki. Harapan kami, kebersihan pasar juga lebih diperhatikan supaya pengunjung makin nyaman," ujar Yuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....