Wabup Loteng Tekankan Percepatan Peningkatan Literasi dan Numerasi di Sekolah
- 28 Jul 2026 21:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombo Tengah – Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, mengungkapkan capaian literasi dan numerasi di daerahnya masih menjadi tantangan yang harus segera dibenahi. Berdasarkan hasil evaluasi, capaian kedua indikator tersebut masih berada di bawah 57 persen dan belum memenuhi target yang diharapkan.
Hal itu disampaikan HM Nursiah saat membuka Seminar Pembangunan Manusia yang diikuti para pengawas sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP belum lama ini. Menurutnya, seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pengawas sekolah dalam membina dan mendampingi satuan pendidikan agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Capaian literasi dan numerasi kita masih rendah. Karena itu, setelah seminar ini harus ada tindak lanjut yang nyata, bukan hanya berhenti pada penyampaian materi," ujarnya.
Nursiah mengatakan, langkah lanjutan dapat dilakukan melalui forum diskusi antara pengawas dan kepala sekolah untuk menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi di masing-masing sekolah. Pengawas juga diharapkan mampu mendampingi guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif sehingga hasilnya dapat terlihat dari peningkatan kemampuan siswa.
Selain peningkatan kompetensi tenaga pendidik, ia menilai dukungan sarana dan prasarana juga perlu diperkuat. Ketersediaan perpustakaan, perangkat digital, serta fasilitas pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan literasi dan numerasi.
Ia juga meminta kepala sekolah menyusun program pembelajaran yang melibatkan seluruh guru secara aktif. Menurutnya, inovasi dan kreativitas dalam proses belajar mengajar harus terus dikembangkan agar siswa lebih tertarik untuk membaca dan belajar.
Tak hanya itu, Nursiah menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam membangun budaya membaca di rumah. Di sisi lain, sekolah juga didorong menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti dunia usaha, BUMN, BUMD, maupun lembaga lainnya untuk mendukung penyediaan fasilitas dan program literasi.
Menurutnya, rendahnya minat baca masyarakat harus dijawab dengan berbagai inovasi. Sekolah tidak harus terpaku pada ruang kelas atau perpustakaan konvensional, tetapi dapat menghadirkan ruang baca terbuka, taman baca, atau fasilitas lain yang membuat siswa lebih nyaman dan tertarik untuk membaca.
"Tentu kami berharap capaian literasi dan numerasi siswa dapat meningkat secara bertahap sehingga kualitas pendidikan semakin baik," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....