Rektor UIN Mataram Sebut IGPR Summit Jadikan Lombok Pusat GPR Nasional

  • 28 Jul 2026 07:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menilai penyelenggaraan Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026 menjadikan Pulau Lombok sebagai episentrum kolaborasi Government Public Relations (GPR) Indonesia di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Masnun saat menghadiri pembukaan IGPR Summit 2026 di Lombok Plaza Hotel, Mataram, Senin 27 Juli 2026. Forum nasional itu mempertemukan insan kehumasan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, media, dan organisasi profesi dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kapasitasnya sebagai Dewan Kehormatan IPRAHUMAS NTB, Prof. Masnun mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan IGPR Summit 2026. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor.

"IGPR Summit 2026 bukan sekadar forum akademik maupun pertemuan praktisi humas. Forum ini merupakan ruang kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, media, dunia usaha, dan komunitas untuk memperkuat komunikasi publik yang profesional, adaptif, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat," ungkapnya.

Ia mengatakan, komunikasi publik kini menjadi salah satu pilar penting dalam tata kelola pemerintahan modern. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan AI, humas pemerintah dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, sekaligus membangun kredibilitas institusi.

Pelaksanaan Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026. (Foto: RRI/Kholil)

Prof. Masnun menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas program pemerintah, tetapi juga kemampuan menghadirkan komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Government Public Relations harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. Kepercayaan publik dibangun melalui komunikasi yang jujur, terbuka, kolaboratif, dan memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua DPW IPRAHUMAS NTB sekaligus Ketua Panitia IGPR Summit 2026, Suhirman Adita, mengatakan forum tersebut menjadi penyelenggaraan perdana di Nusa Tenggara Barat dan diharapkan menjadi rumah bersama bagi insan humas pemerintah Indonesia.

Ia menjelaskan, sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan yang berasal dari kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi kehumasan. Selama tiga hari, peserta mengikuti seminar nasional, diskusi panel, berbagi praktik terbaik, jejaring kolaborasi, hingga penyusunan rekomendasi strategis bagi penguatan Government Public Relations Indonesia.

Bagi Nusa Tenggara Barat, penyelenggaraan IGPR Summit 2026 juga dinilai memberikan dampak positif terhadap promosi pariwisata, penguatan jejaring antarlembaga, serta pengembangan kolaborasi lintas sektor melalui kehadiran delegasi dari berbagai provinsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....