GOR Turide Mataram Direnovasi, Revitalisasi Total usai PON 2028

  • 22 Jul 2026 17:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Komisi V DPR RI memastikan Gelanggang Olahraga (GOR) Turide Mataram tidak akan dibangun ulang secara total dalam waktu dekat. Pemerintah memilih langkah renovasi sebagai solusi paling realistis untuk mengejar kesiapan venue menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

GOR Turide menjadi salah satu fasilitas olahraga yang diproyeksikan mendukung pelaksanaan PON 2028. Ajang olahraga nasional tersebut akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan dukungan DKI Jakarta.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengatakan keputusan melakukan renovasi terlebih dahulu diambil dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu menuju pelaksanaan PON.

Menurutnya, GOR Turide yang telah berdiri sejak era 1980-an memang membutuhkan pembenahan besar. Namun, jika harus dibongkar dan dibangun kembali dari awal, waktu yang tersedia dinilai tidak akan mencukupi.

"Kalau kita robohkan dulu, waktunya tidak cukup dalam dua tahun. Tadi sudah dihitung-hitung, butuh dana kurang lebih Rp700 miliar untuk revitalisasi total. Jadi sementara ini kita renovasi dulu. Setelah PON selesai baru kita revitalisasi," ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.

Lasarus menegaskan, pekerjaan tahap awal akan diarahkan pada fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pertandingan atletik. Salah satu prioritas utama adalah pembenahan lintasan atletik yang menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pertandingan.

"Yang penting sekarang treknya dulu. Tribun penonton tinggal dirapikan supaya layak digunakan saat PON," katanya menegaskan.

Ia menilai kawasan GOR Turide memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi kawasan olahraga terpadu yang lebih modern. Dengan luas lahan sekitar 11 hektare, area tersebut dinilai memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kompleks olahraga yang tidak hanya memiliki stadion utama, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Menurut Lasarus, peluang revitalisasi menyeluruh tetap terbuka setelah PON 2028 berakhir. Pengembangan kawasan tersebut bahkan dinilai berpotensi meningkatkan kualitas fasilitas olahraga NTB agar mampu memenuhi standar nasional hingga menunjang penyelenggaraan ajang olahraga bertaraf internasional.

"Kompleks ini sangat potensial untuk dibangun lebih modern. Nanti setelah PON kita bisa revitalisasi secara menyeluruh," ucapnya.

Kendati demikian, rencana revitalisasi total GOR Turide belum memiliki skema pembiayaan dan desain teknis yang final. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk mengenai kebutuhan anggaran pembangunan.

Lasarus mengatakan, pemerintah pusat dan daerah akan duduk bersama untuk membahas tahapan pembangunan kawasan tersebut. Ia memastikan kebutuhan revitalisasi akan menjadi perhatian pemerintah karena NTB telah ditetapkan sebagai salah satu tuan rumah PON 2028.

"Kita akan bicara dengan Pak Gubernur. Nanti bagaimana skema pembiayaannya antara pemerintah pusat dan daerah. Yang jelas, karena NTB sudah ditunjuk sebagai tuan rumah, tidak ada cerita pekerjaan ini tidak kita selesaikan," katanya mengakhiri.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, menyambut positif dukungan Komisi V DPR RI terhadap pembenahan infrastruktur olahraga untuk kebutuhan PON 2028.

Kusuma mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan asesmen awal terhadap kondisi GOR Turide. Namun, hasil tersebut masih perlu diperdalam melalui perencanaan teknis agar kebutuhan pekerjaan dan besaran anggaran renovasi dapat dihitung secara lebih akurat.

"Asesmen awal sudah ada, tapi masih membutuhkan pendetailan perencanaan. Setelah itu baru bisa dihitung kebutuhan pembiayaannya," ujarnya.

Ia mengakui bahwa revitalisasi total GOR Turide menjadi kebutuhan mengingat usia bangunan yang sudah cukup tua. Namun, keterbatasan waktu sebelum PON 2028 membuat pemerintah harus mengambil langkah bertahap dengan mendahulukan fasilitas yang akan digunakan dalam pertandingan.

"Kalau melihat sisa waktu, revitalisasi total memang sulit dikejar. Karena itu, yang diprioritaskan dulu venue yang dipakai saat PON. Setelah itu baru dilakukan revitalisasi secara menyeluruh," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....