Jelang MotoGP 2026, Merumatta Lombok Barat Bidik Hunian Hotel 100 Persen

  • 22 Jul 2026 14:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Gelaran MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika kembali menjadi momentum penting bagi industri pariwisata dan perhotelan di Lombok. Salah satu hotel di Lombok Barat, Merumatta Senggigi, mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut lonjakan wisatawan yang diperkirakan datang menjelang ajang balap motor dunia tersebut.

General Manager Merumatta Senggigi, Fahrurrozi, mengatakan tingkat hunian hotel diproyeksikan terus mengalami peningkatan seiring dengan datangnya sejumlah agenda besar pariwisata, termasuk MotoGP 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.

Menurutnya, pihak hotel optimistis mampu menutup tingkat okupansi pada Juli 2026 di angka 80 persen. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan berpotensi memberikan dampak positif terhadap pendapatan hotel.

"Prediksi atau forecast kami akan closing okupansi di angka 80 persen. Delapan puluh persen itu bagi hotel sudah cukup tinggi. Pasti yang kita dapatkan dalam hal ini adalah pendapatan yang tinggi," ujarnya, Selasa 21 Juli 2026.

Fahrurrozi menegaskan, tren positif tersebut diharapkan berlanjut hingga Agustus. Saat ini, tingkat okupansi yang sudah terkonfirmasi untuk bulan tersebut berada di kisaran 50 persen.

"Untuk Agustus saat ini sudah on hand, bisnisnya sudah pasti dan sudah confirm di 50 persen okupansi. Kami berharap pada Agustus nanti sama dengan Juli, bisa closing di 80 persen untuk okupansi," katanya.

Memasuki Oktober, perhatian manajemen hotel mulai diarahkan pada persiapan menghadapi periode MotoGP. Pembenahan sejumlah kamar menjadi salah satu prioritas utama untuk memastikan kenyamanan tamu yang menginap selama ajang internasional tersebut berlangsung.

Fahrurrozi menyebut, reservasi kamar untuk periode MotoGP sudah mulai masuk. Hingga kini, jumlah kamar yang telah dipesan untuk kebutuhan penonton MotoGP telah mencapai lebih dari 100 kamar.

"Untuk MotoGP, kesiapannya kami fokus di kamar. Banyak pembenahan kamar supaya tamu nyaman. Sudah ada beberapa reservasi yang masuk, sekitar di atas 100 kamar untuk MotoGP. Jadi tinggal kita isi kekurangannya saja," ucapnya.

Manajemen Merumatta berharap tingkat hunian hotel dapat mencapai 100 persen selama tiga hari periode pelaksanaan MotoGP. Selain mempersiapkan kamar, hotel juga menyiapkan strategi di sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) dengan menghadirkan menu khusus bagi para tamu.

"Semoga nanti pada periode MotoGP, selama tiga hari itu, okupansi bisa sampai 100 persen. Selain kamar, dari sisi F&B kami juga akan membuat menu khusus bagi tamu yang datang untuk menonton MotoGP," katanya.

Di sisi lain, strategi promosi untuk menyambut MotoGP 2026 juga mulai disiapkan. Fahrurrozi mengatakan konsep promosi telah dirancang, meski belum diluncurkan secara resmi karena waktu pelaksanaan MotoGP masih beberapa bulan ke depan.

"Untuk promosi MotoGP sudah kami lakukan. Konsepnya sudah kami siapkan, tetapi belum kami launching karena waktunya masih agak lama," katanya.

Tidak hanya MotoGP, Oktober juga akan diramaikan dengan agenda Merumatta Half Marathon. Event tersebut diperkirakan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan tingkat hunian hotel karena mendatangkan peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Menurut Fahrurrozi, para pelari dari luar Lombok, termasuk dari Sumbawa dan Bima, serta peserta dari luar negeri, membutuhkan akomodasi selama mengikuti rangkaian kegiatan. Kondisi ini dinilai menjadi peluang tambahan bagi industri perhotelan di Lombok Barat.

"Jangan lupa juga di Oktober ada Merumatta Half Marathon. Biasanya banyak pelari dari luar negeri dan dari luar Lombok, seperti Sumbawa dan Bima, yang datang dan membutuhkan akomodasi," katanya.

Ia menilai, pelaksanaan event olahraga tersebut umumnya berlangsung selama dua hingga tiga hari sehingga berpotensi mendongkrak tingkat keterisian kamar hotel. Dengan adanya MotoGP dan Merumatta Half Marathon dalam periode yang berdekatan, sektor perhotelan di Lombok Barat diproyeksikan mendapatkan momentum positif untuk meningkatkan okupansi.

"Itu periodenya dua sampai tiga hari dan pasti akan mendongkrak tingkat keterisian kamar karena para pelari membutuhkan akomodasi," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....