Kalapas Lombok Barat Genjot Hilirisasi Sabut Kelapa lewat Cocomesh Produktif
- 18 Jul 2026 10:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Lapas Kelas IIA Lombok Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan yang produktif bagi warga binaan melalui pengembangan sektor industri berbasis potensi lokal. Salah satu langkah nyata yang kini diperkuat adalah produksi Coco Mesh (Coco Net), produk ramah lingkungan berbahan dasar serat sabut kelapa yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar yang terus berkembang.
Sebagai bentuk pengawasan sekaligus dukungan terhadap program tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, turun langsung meninjau proses produksi Coco Mesh yang dikerjakan warga binaan melalui kerja sama dengan PT Ridho Bersama, Senin 6 Juli 2026.
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai standar sekaligus memberikan motivasi kepada warga binaan agar terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Menurut M. Fadli, program tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan produk bernilai jual, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembinaan yang menyiapkan warga binaan agar mampu mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan yang benar-benar bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. Melalui produksi Coco Mesh, mereka belajar mengolah sabut kelapa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk lokal sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian di dalam lapas," ujar M. Fadli.
Ia menegaskan, sinergi dengan dunia usaha merupakan langkah strategis untuk menghadirkan program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membuka peluang pemasaran produk hasil karya warga binaan.
Selain meningkatkan keterampilan, program tersebut juga mendorong pemanfaatan sumber daya alam lokal agar memiliki nilai tambah melalui proses hilirisasi, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Direktur PT Ridho Bersama, Hasan Masysyath, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan Lapas Lombok Barat dalam membangun kemitraan pembinaan berbasis produktivitas.
"Kami siap mendukung pembinaan di Lapas Lombok Barat agar warga binaan mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dan memiliki daya saing. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Semoga kerja sama ini terus berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.
Menurut Hasan, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk warga binaan, melalui pelatihan keterampilan yang menghasilkan produk bernilai tambah.
Kerja sama antara Lapas Kelas IIA Lombok Barat dan PT Ridho Bersama diharapkan terus berkembang sebagai model pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta mampu menciptakan peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sabut kelapa menjadi Coco Mesh yang ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....