NTB Usul Manfaatkan Pesawat Haji untuk Datangkan Turis Timur Tengah
- 14 Jul 2026 15:32 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengusulkan pesawat haji yang kosong saat kembali dari Arab Saudi dimanfaatkan untuk membawa wisatawan dari negara-negara Teluk ke NTB.
- Skema ini bertujuan untuk mengimbangi devisa yang keluar selama musim haji dengan masukan devisa dari sektor pariwisata melalui kunjungan wisatawan mancanegara.
- Usulan ini sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah pusat namun belum terealisasi, dan Iqbal mengusulkan agar dimulai sebagai proyek percontohan di satu atau dua provinsi terlebih dahulu.
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengusulkan agar pesawat yang selesai mengantar jemaah haji ke Arab Saudi tidak kembali ke Indonesia dalam keadaan kosong. Ia meminta pemerintah memanfaatkan penerbangan tersebut untuk membawa wisatawan dari negara-negara Timur Tengah atau Teluk ke NTB.
"Kita mengusulkan agar pesawat yang selesai mengantar jemaah haji tidak pulang tanpa penumpang. Pesawat itu bisa dimanfaatkan membawa wisatawan dari negara-negara Teluk ke NTB," kata Iqbal di Mataram, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Iqbal, skema itu dapat menjadi cara untuk mengembalikan devisa yang keluar selama musim haji melalui sektor pariwisata. Ia menjelaskan, wisatawan dapat berlibur di NTB selama sekitar satu bulan sebelum pesawat kembali digunakan untuk melayani penerbangan haji. Dengan pola itu, aktivitas haji dan pariwisata dapat saling mendukung.
"Devisa yang keluar untuk penyelenggaraan haji bisa diimbangi dengan masuknya devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara," ujarnya.
Iqbal mengatakan usulan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pemerintah pusat tahun lalu. Namun saat itu belum dapat direalisasikan karena waktu persiapan dinilai terlalu singkat.
Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, siap mendukung jika pemerintah pusat menyetujui program tersebut. Ia bahkan mengusulkan agar pelaksanaannya dimulai sebagai proyek percontohan di satu atau dua provinsi, termasuk NTB.
"Kalau belum bisa diterapkan secara nasional, cukup dimulai di beberapa daerah terlebih dahulu. NTB siap membantu karena sejak awal kami yang mengajukan gagasan ini," katanya.
Iqbal mengaku optimistis usulan itu dapat diterapkan karena memiliki pengalaman menjalankan konsep serupa saat bertugas sebagai diplomat di Arab Saudi. Ketika itu, ruang kargo dan kursi kosong pesawat dimanfaatkan untuk memulangkan tenaga kerja Indonesia yang menghadapi persoalan di sana.
"Konsepnya sebenarnya pernah kami lakukan. Sekarang tinggal diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata," ujarnya.
Selain membahas usulan tersebut, Iqbal menyampaikan bahwa NTB mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Pelayanan Haji atas penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang dinilai berjalan baik. Menurut dia, penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pihak yang terlibat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....