Wali Kota Mataram Tekankan Sekolah Cegah Bullying

  • 13 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram meminta seluruh sekolah memperkuat pendampingan terhadap peserta didik, khususnya siswa baru, selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan (bullying) sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak sejak awal tahun ajaran baru.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah, menegaskan bahwa interaksi antara siswa baru dan siswa lama harus mendapat perhatian serius dari pihak sekolah. Menurutnya, siswa senior harus didorong menjadi teladan dan membimbing adik kelas, bukan justru melakukan tindakan yang berpotensi menjadi perundungan.

"Anak-anak yang sudah lebih dulu di sekolah harus bisa membimbing adik-adiknya. Jangan sampai terjadi bullying yang kemudian menjadi budaya berkepanjangan lintas generasi," ujarnya, Senin 13 Juli 2026.

Mohan menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari terciptanya rasa aman dan bahagia bagi peserta didik. Ia mengingatkan guru agar tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, melainkan juga menjadi pembimbing yang peka terhadap perubahan perilaku siswa.

"Kalau guru hanya bertugas mentransfer ilmu, peran itu suatu saat bisa digantikan teknologi. Tetapi membimbing, mendampingi, dan memperhatikan perkembangan anak tidak bisa digantikan," katanya.

Selain sekolah, Mohan juga mengajak orang tua untuk aktif mendampingi anak, terutama pada masa awal masuk sekolah. Ia mengapresiasi banyaknya orang tua yang mengantar anak hingga ke sekolah dan berharap kebiasaan tersebut terus dilakukan sebagai bentuk dukungan emosional.

"Kehadiran ayah, ibu, maupun anggota keluarga lainnya sangat penting agar anak merasa dihargai, dilindungi, dan memiliki kepercayaan diri dalam beradaptasi di lingkungan baru," ujar Mohan.

Ia menambahkan, anak-anak pada usia sekolah membutuhkan perhatian dan kasih sayang agar tumbuh dengan rasa percaya diri serta nyaman menjalani proses belajar.

"Yang paling penting saat ini adalah membuat anak-anak merasa bahagia,Soal menjadi pintar ada waktunya, tetapi rasa aman, dihargai, dan dimotivasi itu harus mereka rasakan sejak hari pertama masuk sekolah," Ujar Mohan mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....