DED Jalan Port to Port Lembar-Kayangan Disusun, Kontruksi Ditargetkan Mulai 2027

  • 13 Jul 2026 14:38 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi NTB menargetkan dimulainya pembangunan fisik jalan port to port Lembar-Kayangan pada tahun 2027 setelah studi kelayakan selesai tahun 2025 dan penyusunan DED pada 2026
  • Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menekankan bahwa proyek ini bukan pembangunan jalan sepanjang 100 kilometer dari nol, melainkan memanfaatkan ruas existing sekitar 15 kilometer jalan baru yang akan dibangun selebihnya pelebaran dan revitalisasi
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah pusat masih melakukan survei untuk menentukan konsep pembangunan yang paling efektif dan pada prinsipnya mendukung usulan dari daerah selama memberikan manfaat bagi masyarakat

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pembangunan fisik jalan port to port Lembar-Kayangan dimulai pada 2027. Tahun ini, pemerintah memfokuskan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) setelah studi kelayakan proyek selesai pada 2025.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan rencana pembangunan jalan tersebut sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri terkait. Menurut dia, pemerintah pusat mulai membahas usulan tersebut.

"Sudah sounding ke Presiden. Menteri-menteri terkait juga sudah terlibat dalam pembahasan. Insyaallah proyek ini tetap berjalan," kata Iqbal, Senin, 13 Juli 2026.

Iqbal menegaskan proyek jalan port to port bukan membangun jalan baru sepanjang hampir 100 kilometer. Menurut dia, ruas baru yang akan dibangun hanya sekitar 15 kilometer.

Selebihnya, jalan akan memanfaatkan ruas yang sudah ada melalui pelebaran, peningkatan kapasitas, dan revitalisasi. "Totalnya tidak sampai 100 kilometer. Yang benar-benar baru mungkin sekitar 15 kilometer. Selebihnya pelebaran dan revitalisasi jalan yang sudah ada," ujarnya.

Ia mengatakan studi kelayakan telah rampung tahun lalu. Saat ini, Pemprov NTB sedang menyusun DED sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.

"Studi kelayakannya sudah selesai tahun lalu. Tahun ini kita fokus menyusun DED," katanya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat ditemui di Bendungan Meninting mengatakan pihaknya masih melakukan survei untuk menentukan konsep pembangunan yang paling efektif.

"Kami masih survei, apakah lebih efektif membangun jalur baru atau melebarkan jalan yang sudah ada. Saat ini masih dikerjakan oleh Balai Jalan," kata Dody.

Menurut Dody, hasil survei akan menjadi dasar sebelum pemerintah membahas anggaran dan pelaksanaan proyek. "Kita selesaikan surveinya dulu. Setelah itu baru kita bicara soal penganggaran," ujarnya.

Meski masih dalam tahap kajian, Dody menyebut pemerintah pusat pada prinsipnya mendukung usulan pembangunan dari daerah selama memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kalau program dari daerah, pada umumnya kami dukung, apalagi kalau bisa mempermudah masyarakat," katanya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....