Menjaga Produktivitas Anggota Jadi Tantangan Koperasi

  • 09 Jul 2026 14:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa — Koperasi saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan di tengah dinamika perekonomian. Bagi Koperasi Konsumen Syariah (Kopsyah) BMT Insan Samawa, tantangan terbesar bukan lagi sekadar menyalurkan pembiayaan kepada anggota, melainkan memastikan anggota tetap produktif dan mampu mempertahankan usahanya.

Ketua Pengurus Kopsyah BMT Insan Samawa, Rai Saputra, Kamis 9 Juli 2026, mengatakan ruh koperasi, baik konvensional maupun syariah, tetap berpijak pada prinsip dasar gerakan koperasi, yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Karena itu, koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga penyedia akses pembiayaan.

"Selama ini masyarakat berkoperasi cenderung berorientasi pada akses pembiayaan. Padahal, koperasi memiliki peran yang jauh lebih luas, yakni melakukan pemberdayaan dan memberikan fasilitasi kepada anggota agar usahanya terus berkembang," ujarnya.

Menurut Rai, koperasi yang berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki tanggung jawab untuk menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan. Anggota harus didorong agar tetap mampu berproduksi dan menjalankan usahanya secara konsisten. Sehingga, roda ekonomi di lingkungan koperasi terus bergerak.

Pada koperasi syariah, upaya tersebut diperkuat melalui penerapan akad-akad syariah dalam setiap transaksi bisnis. Skema ini, dinilai mampu memastikan pembiayaan yang diberikan benar-benar mendukung kegiatan produktif anggota.

Ia mencontohkan, apabila anggota membutuhkan gerobak untuk berdagang, koperasi akan memfasilitasi penyediaannya. Begitu pula ketika anggota membutuhkan sepeda motor untuk mendukung distribusi atau pengantaran produk, koperasi akan membantu memenuhi kebutuhan tersebut melalui mekanisme pembiayaan syariah.

"Langkah-langkah seperti itu sebenarnya merupakan bagian dari upaya mengawal pemberdayaan anggota, sehingga pembiayaan yang diberikan benar-benar berdampak terhadap peningkatan usaha mereka," katanya.

Rai menjelaskan, BMT Insan Samawa memiliki anggota yang berasal dari berbagai latar belakang usaha. Keragaman tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis koperasi.

Meski demikian, kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Fokus utama yang dilakukan adalah menjaga agar usaha anggota tetap berjalan sehingga kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban kepada koperasi tetap terpelihara.

Sebagai strategi menghadapi tantangan tersebut, pihaknya terus mendorong anggota membangun budaya menabung serta memperkuat simpanan sukarela. Menurutnya, penghimpunan dana dari anggota akan menjadi modal bersama yang pada akhirnya kembali dimanfaatkan untuk kepentingan anggota melalui sistem koperasi yang bersifat komunal.

"Kalau koperasi dan seluruh anggotanya mampu membangun sistem perekonomian yang kuat, maka yang terbentuk adalah kekuatan ekonomi bersama," ujarnya.

Ia menambahkan, strategi tersebut juga menjadi bagian dari gerakan koperasi untuk memperkuat kemandirian anggota. Sejauh ini, solidaritas anggota dinilai semakin meningkat karena mereka telah merasakan manfaat nyata dari akses pembiayaan dan pendampingan yang diberikan koperasi.

"Ini yang saya maksud sebagai win-win solution atau simbiosis mutualisme. Ketika gerakan koperasi mampu menjalankan perannya sebagai fasilitator yang baik, dari anggota untuk anggota, maka tingkat kepercayaan anggota akan terus meningkat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....