FESyar KTI 2026 Suguhkan Edukasi, UMKM, dan Hiburan Islami

  • 09 Jul 2026 07:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 yang akan digelar pada 10–12 Juli 2026 di Nusa Tenggara Barat tidak hanya menghadirkan forum ekonomi syariah, tetapi juga berbagai kegiatan edukasi, hiburan, dan promosi produk halal yang terbuka bagi masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, di Mataram, Rabu 8 Juli 2026, mengatakan selama tiga hari pelaksanaan FESyar, masyarakat dapat mengikuti beragam agenda mulai dari seminar, talkshow, pameran UMKM, halal mart, business matching, halal corner, sertifikasi nazhir, Wakafein, pelatihan, hingga ZAWA (Zakat dan Wakaf) Walk.

"Rangkaian kegiatan ini dirancang agar masyarakat semakin mengenal ekonomi syariah sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis industri halal," kata Andhi.

FESyar KTI 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi, bazar kuliner halal, training of trainer, serta hiburan bernuansa Islami yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mall dan Islamic Center NTB.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya komika Mukmin melalui pertunjukan Stand Up Comedy pada 10 Juli 2026, Ustadz Hanan Attaki dalam Tabligh Akbar pada 11 Juli 2026, serta Haddad Alwi melalui acara Syiar & Syair pada 12 Juli 2026.

Selain itu, FESyar KTI 2026 juga mengangkat identitas budaya lokal melalui penggunaan visual utama berupa Tenun Renda Bima dengan Motif Bunga Kakando yang melambangkan kesabaran dan keuletan dalam menghadapi tantangan.

Menurut Andhi, pengangkatan motif khas NTB tersebut menjadi simbol bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal.

FESyar KTI 2026 merupakan bagian dari Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital."

Bank Indonesia berharap penyelenggaraan festival tersebut dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah, memperluas pasar industri halal, memperkuat ekosistem ZISWAF, serta mendorong transformasi digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing di Kawasan Timur Indonesia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....