Kekeringan Lobar Meluas, BPBD Salurkan 228 Ribu Liter Air ke 15 Ribu Warga Terdampak

  • 08 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Krisis air bersih akibat musim kemarau terus meluas di Kabupaten Lombok Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat mencatat wilayah terdampak kekeringan kini bertambah signifikan, mencakup lima kecamatan, 11 desa, dan 45 dusun.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD bersama sejumlah instansi terus menggencarkan penyaluran bantuan air bersih. Hingga saat ini, sebanyak 228 ribu liter air telah didistribusikan kepada warga yang terdampak.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 6.102 kepala keluarga (KK) atau sekitar 15.156 jiwa kini mengalami dampak langsung akibat krisis air bersih yang dipicu kemarau berkepanjangan.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan kondisi kekeringan mengalami peningkatan dibandingkan laporan pada pekan sebelumnya.

"Dampak kemarau di Kabupaten Lombok Barat semakin meluas. Minggu lalu kami menginformasikan ada lima kecamatan, lima desa, dan 15 dusun yang terdampak. Hari ini berdasarkan laporan terbaru dari desa dan kecamatan, jumlahnya meningkat menjadi lima kecamatan, 11 desa, dan 45 dusun," ujarnya, Rabu 8 Juli 2026.

Meski jumlah wilayah terdampak terus bertambah, Toni memastikan distribusi bantuan air bersih masih berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap diupayakan terpenuhi melalui kolaborasi lintas instansi.

"Sejauh ini distribusi air masih dapat kami suplai. Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, PT Air Minum Giri Menang, serta Bank NTB Syariah," katanya.

BPBD juga tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan semakin meluasnya wilayah terdampak. Salah satunya dengan melakukan kajian cepat sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

"Kami akan melaksanakan kajian cepat untuk mengetahui perkembangan dampak kekeringan. Hasilnya nanti akan kami laporkan kepada Kepala Pelaksana BPBD maupun kepada Bupati sebagai bahan penentuan langkah berikutnya," tegasnya.

Selain fokus pada penyaluran bantuan air, BPBD juga memperkuat upaya mitigasi melalui edukasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung.

Menurut Toni, koordinasi lintas sektor telah dilakukan sebanyak dua kali dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Bank NTB Syariah, pemerintah kecamatan, hingga perwakilan desa.

"Kami sudah menyampaikan kepada seluruh camat dan telah dua kali menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder. Tujuannya agar masyarakat mendapat edukasi bahwa kondisi kekeringan ini masih akan berlanjut sehingga perlu melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini," ucapnya.

BPBD mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih, serta segera melaporkan apabila wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan akses air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan musim kemarau yang diperparah oleh pengaruh fenomena El Niño, sehingga potensi kekeringan diperkirakan masih dapat meningkat dalam beberapa waktu ke depan apabila curah hujan belum kembali normal.

"Kami berharap masyarakat tetap waspada, menghemat penggunaan air, dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan apabila mulai mengalami kesulitan air bersih," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....