Kodim Bima Perkuat Identitas Budaya Dana Mbojo

  • 07 Jul 2026 06:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Puncak peringatan Hari Jadi Bima ke-386 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang daerah, tetapi juga menjadi ajang memperkuat identitas budaya masyarakat Mbojo.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penampilan Pasukan Berkuda "Jena Jara" Kodim 1608/Bima yang tampil memukau di Lapangan Kantor Bupati Bima.

Ratusan pasang mata tertuju pada pasukan berkuda yang tampil gagah dengan formasi teratur. Defile yang mereka tampilkan menjadi simbol eratnya hubungan masyarakat Bima dengan budaya berkuda yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan mengatakan bahwa kuda merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Bima.

"Kuda bukan hanya hewan ternak. Bagi masyarakat Mbojo, kuda adalah identitas budaya, simbol kehormatan dan bagian dari sejarah panjang yang harus dijaga bersama," ungkapnya.

Menurut Dandim, sejak masa Kesultanan Bima, kuda telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain digunakan sebagai sarana transportasi, kuda juga menjadi simbol status sosial dan kebanggaan keluarga.

Ia menilai bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi sejarah, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

"Melalui Jena Jara, kami ingin memperkenalkan kembali budaya berkuda kepada generasi muda. Mereka harus mengetahui bahwa Bima memiliki kekayaan budaya yang unik dan berbeda dengan daerah lain," jelasnya.

Penampilan pasukan berkuda pada Hari Jadi Bima menjadi salah satu cara untuk menjaga agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Apalagi saat ini generasi muda semakin akrab dengan teknologi dan mulai menjauh dari sejarah lokal.

Masyarakat yang hadir memberikan apresiasi atas inisiatif Kodim 1608/Bima yang menghadirkan kembali budaya berkuda dalam berbagai kegiatan daerah. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat jati diri masyarakat Bima.

Selain sebagai hiburan, Jena Jara juga menjadi media edukasi budaya yang efektif. Melalui penampilan tersebut, masyarakat diajak mengenang kembali warisan leluhur sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Dana Mbojo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....