Siaga El Nino, BPBD Siapkan Tandon Air

  • 03 Jul 2026 16:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli 2026. Mengantisipasi dampak fenomena El Nino, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram menyiapkan enam unit tandon air berkapasitas besar untuk mendukung distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan di wilayah yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, mengatakan langkah antisipasi dilakukan setelah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).Selain ancaman kekeringan, BPBD juga mewaspadai meningkatnya risiko kebakaran akibat suhu udara yang lebih panas selama musim kemarau.

"Jika dampak El Nino menyebabkan masyarakat mengalami kekurangan air bersih, kami akan segera melakukan dropping air ke lokasi terdampak. Kesiapsiagaan ini kami lakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.

BPBD Kota Mataram sambung Budi sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan maupun permukiman. BPBD menilai berkurangnya air permukaan dapat mengganggu kebutuhan irigasi, sementara penurunan air bawah permukaan berpotensi mengurangi debit sumur milik warga.

"Hingga awal Juli, indikasi dampak El Nino baru terdeteksi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya." kata Budi.

BPBD menerima laporan penurunan debit air sumur pada 30 Juni 2026 dan langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta melakukan asesmen di lapangan.

"Laporan kami terima pada Selasa, kemudian keesokan harinya tim langsung kami turunkan untuk memastikan kondisi dan menentukan langkah penanganan," ujarnya menjelaskan.

BPBD juga segera berkoordinasi dengan enam kecamatan untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama puncak musim kemarau.

"Tentunya kami memantau kondisi cuaca dan dampak El Nino akan terus dilakukan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," kata Budi menutup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....