Momentum HUT RI ke-81, Srikandi PLN Dorong Perempuan Pimpin Kesiapsiagaan Bencana
- 31 Jul 2026 11:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Upaya membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi ancaman bencana terus diperkuat PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB). Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Srikandi PLN UIW NTB menggandeng BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Barat melaksanakan Program Perempuan Tangguh Bencana di Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada, Rabu 29 Juli 2026.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, tetapi juga menempatkan perempuan sebagai aktor utama dalam membangun budaya kesiapsiagaan di tingkat desa.
Ketua Srikandi PLN UIW NTB, Alfi Laili Fauziah, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus menjadi motor penggerak masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, keterlibatan perempuan harus diperkuat sejak tahap mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan darurat hingga proses pemulihan pascabencana. Perempuan dinilai mampu menjadi pemimpin, edukator sekaligus penggerak dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri atas anggota Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), perangkat desa, kelompok perempuan, lansia, penyandang disabilitas hingga perwakilan masyarakat. Mereka memperoleh materi mengenai mitigasi bencana, simulasi evakuasi banjir, pertolongan pertama serta mekanisme koordinasi dalam kondisi darurat.
Dari kegiatan tersebut lahir Tim Siaga Bencana Desa yang melibatkan unsur perempuan secara aktif. Selain itu juga disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Banjir sebagai pedoman dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
PLN bersama para pemangku kepentingan turut menyalurkan perlengkapan tanggap darurat untuk mendukung kesiapan operasional desa apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Proporsi peserta yang memperoleh nilai antara 90 hingga 100 meningkat dari 48 persen sebelum pelatihan menjadi 58 persen setelah kegiatan berlangsung.
Kepala Desa Gerimak Indah, Amal Suhardy, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan PLN bersama BPBD. Menurutnya, program tersebut memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir yang sebelumnya pernah melanda wilayah desa.
Sementara itu, perwakilan Kalaksa BPBD Provinsi NTB, H. Moh. Munir, menilai penguatan kapasitas Tim Siaga Bencana Desa menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang memiliki kemampuan menghadapi berbagai potensi bencana secara mandiri.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Desa Gerimak Indah kini berhasil meningkatkan statusnya menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tingkat Pratama. Ke depan, simulasi kebencanaan akan terus dilakukan secara berkala guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan masyarakat yang tangguh dan inklusif.
Ia menegaskan, PLN berkomitmen menghadirkan manfaat yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....