Bulog Alihkan Distribusi Minyakita ke Pasar Pantauan

  • 03 Jul 2026 09:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) mengubah pola distribusi Minyakita dengan memprioritaskan penyaluran ke pasar yang menjadi lokasi pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Kebijakan ini diterapkan untuk memperkuat pengawasan harga di tingkat konsumen, sekaligus memastikan minyak goreng bersubsidi dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), bukan karena keterbatasan stok.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, mengatakan Bulog tidak lagi membatasi pembelian Minyakita. Fokus kebijakan kini diarahkan pada pengaturan distribusi agar pasokan lebih banyak masuk ke pasar tradisional yang langsung melayani masyarakat.

"Kami sudah tidak melakukan pembatasan pembelian. Yang kami atur adalah distribusinya dengan memprioritaskan pasar tradisional agar langsung diterima konsumen," ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.

Sebagai bagian dari pengaturan tersebut, Bulog menghentikan sementara penyaluran kepada mitra di Pasar Sayang-Sayang, Pasar Pagesangan, dan Pasar Dasan Agung. Distribusi sementara dipusatkan di dua pasar SP2KP, yakni Pasar Kebon Roek dan Pasar Induk Mandalika.

"Ini bukan karena stok tidak ada, tetapi distribusi kami fokuskan ke pasar yang menjadi titik pemantauan SP2KP," katanya.

Bulog juga mengingatkan seluruh mitra agar menjual Minyakita sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter. Mitra yang terbukti menjual di atas ketentuan berisiko dikenai sanksi hingga dimasukkan ke daftar hitam.

"Kalau ada temuan penjualan di atas HET, masyarakat kami minta segera melapor ke Bulog atau Satgas Pangan agar dapat ditindaklanjuti," ujar Rizal mengimbau.

Dari sisi ketersediaan, Bulog memastikan pasokan Minyakita di NTB dalam kondisi aman. Saat ini tersedia sekitar 130.000 liter stok di gudang, ditambah pasokan baru sebanyak 48.000 liter. Dengan kebutuhan harian masyarakat sekitar 7.000 liter, Bulog memperkirakan persediaan tersebut mampu memenuhi kebutuhan selama satu hingga dua bulan ke depan.

"Dengan ketersediaan yang ada saat ini kami minta masyarakat tidak khawatir dengan minyak goreng bersubsidi ini karena masih dapat dengan mudah di dapatkan," katanya menutup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....