PAM Giri Menang Jaga Dividen Sekaligus Perluas Akses Air Bersih Warga

  • 01 Jul 2026 15:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Kinerja positif Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) PAM Giri Menang kembali mendapat pengakuan dari para pemegang saham. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), laporan tahun buku 2025 resmi disahkan sekaligus menyetujui sejumlah program strategis perusahaan untuk tahun 2026.

Hasil RUPS tersebut juga memastikan PAM Giri Menang tetap mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemerintah Kota Mataram sebagai pemegang saham, tanpa mengurangi komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Direktur Utama PAM Giri Menang, Ir. H. Sudirman, S.T., M.M., menjelaskan terdapat dua agenda utama yang dibahas dalam RUPS, yakni pengesahan laporan tahun buku 2025 serta penyampaian perubahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026.

"Ada dua agenda penting dalam RUPS, yaitu pengesahan laporan tahun buku 2025 dan penyampaian perubahan RKA tahun 2026. Tidak ada perubahan yang signifikan. Alhamdulillah PAM Giri Menang tetap dapat memberikan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemerintah Kota Mataram sebagai pemegang saham," ujarnya. Rabu 1 Juli 2026 kepada RRI.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kabar baik karena perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara kinerja keuangan dan pelayanan publik.

"Harapan kami, dividen yang disetorkan kepada pemerintah daerah tidak sampai menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan tetap menjadi prioritas utama," katanya.

Sudirman mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelayanan, terutama karena sebagian besar jaringan perpipaan yang digunakan telah berusia lebih dari empat dekade.

"Usia pipa kami sudah lebih dari 40 tahun sehingga tentu ada beberapa kendala yang berdampak terhadap pelayanan. Jika masyarakat menemukan kekurangan, silakan menyampaikannya melalui hotline kami agar segera kami tindak lanjuti," tegasnya.

Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pembangunan reservoir penyeimbang di wilayah Labuapi sebagai salah satu program prioritas perusahaan.

Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai sangat penting karena sejalan dengan arah pengembangan wilayah sebagaimana rencana tata ruang Kabupaten Lombok Barat yang menjadikan Labuapi sebagai kawasan investasi baru.

"Reservoir penyeimbang ini akan menjamin ketersediaan air di kawasan Labuapi. Selain meningkatkan pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada, tekanan air pada jam-jam puncak diharapkan menjadi lebih stabil setelah pembangunan selesai pada akhir tahun nanti," ucapnya.

Ia menjelaskan, keberadaan reservoir yang akan dibangun di Desa Bajur juga membuka peluang perluasan layanan air bersih kepada masyarakat.

"Dengan reservoir ini kami menargetkan dapat melayani sekitar 5.000 pelanggan baru di kawasan Labuapi. Saat ini proses perizinan sudah berjalan, desain telah selesai, dan lokasi pembangunan dipastikan tidak berada di kawasan LSD, KP2B maupun LP2B," katanya.

Sudirman juga menyampaikan bahwa komposisi kepemilikan saham antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemerintah Kota Mataram mengalami penyesuaian kecil, namun tidak memberikan dampak berarti terhadap operasional perusahaan.

"Komposisi saham berubah sedikit, sekitar 63 persen untuk Lombok Barat dan 37 persen untuk Kota Mataram. Perubahannya tidak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan perusahaan berbeda dengan badan usaha komersial pada umumnya. Pendapatan utama berasal dari jasa pengelolaan air, sedangkan dividen merupakan sisa hasil pengelolaan setelah kebutuhan operasional dan pemeliharaan terpenuhi.

"BUMD air minum tidak semata-mata mengejar dividen. Tugas utama kami adalah memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Dividen merupakan hasil efisiensi setelah biaya operasional dan pemeliharaan terpenuhi," tegasnya.

Meski belum memperoleh tambahan sumber air baku, PAM Giri Menang terus melakukan optimalisasi sistem distribusi sehingga mampu memperluas cakupan layanan setiap tahun.

"Selama ini kami mampu menambah sekitar 6.500 pelanggan baru setiap tahun tanpa adanya tambahan sumber air baku. Yang kami lakukan adalah optimalisasi sistem yang sudah ada agar pelayanan terus meningkat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....