STQ-H Bukan Sekadar Ajang Perlombaan Membaca Alquran

  • 01 Jul 2026 15:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kota Bima - STQ-H bukan sekadar ajang perlombaan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an maupun Hadits. Tetapi menjadi wadah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tengah derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, dan berbagai tantangan sosial yang kita hadapi saat ini, anak-anak kita membutuhkan fondasi akhlak yang kokoh. Fondasi tersebut bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW,” ujar Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H. saat membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQ-H) ke-19 Tingkat Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota Tahun 2026, Selasa malam 30 Juni 2026.

Ia menambahkan, penyelenggaraan STQ-H memiliki makna yang sangat strategis karena menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Oleh sebab itu, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi juga dari tumbuhnya kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an dan Hadits.

Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kelurahan Jatiwangi, panitia pelaksana, para guru mengaji, pembina, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang terus menjaga semangat syiar Islam melalui penyelenggaraan STQ-H. Apresiasi yang sama juga diberikan kepada para orang tua yang dengan penuh kesabaran membimbing putra-putrinya mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini sebagai bekal terbaik bagi masa depan keluarga, masyarakat, dan daerah.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti seleksi dengan penuh semangat, percaya diri, dan keikhlasan serta menjadikan perlombaan ini sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan semata-mata mengejar prestasi.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, karakter, dan spiritual masyarakatnya.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan STQ-H ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, dan Kota Bima yang semakin religius, maju, dan bermartabat,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan STQ-H ini diharapkan lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, serta generasi muda yang tidak hanya berprestasi dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga turut mendukung terwujudnya Kota Bima yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....