Tips Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem, Jaga Kesehatan agar Tetap Bugar Beraktivitas

  • 01 Jul 2026 06:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID Mataram - Cuaca panas ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia perlu menjadi perhatian masyarakat. Kondisi ini tidak hanya membuat aktivitas terasa lebih berat, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heat stroke) apabila tubuh terlalu lama terpapar suhu tinggi. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Salah satu langkah paling penting adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minumlah air putih secara rutin meskipun belum merasa haus. Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga risiko dehidrasi meningkat. Sebaliknya, batasi konsumsi minuman berkafein, minuman berenergi, minuman manis, maupun alkohol karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik, terutama pada rentang pukul 11.00 hingga 15.00. Jika harus bekerja di luar, usahakan beristirahat secara berkala di tempat yang teduh serta hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Pemilihan pakaian juga menjadi faktor penting. Gunakan pakaian yang berbahan ringan, longgar, dan berwarna cerah agar tubuh lebih nyaman dan tidak mudah menyerap panas. Lengkapi dengan topi, payung, atau kacamata pelindung ketika berada di luar ruangan. Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 juga dianjurkan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, konsumsi makanan bergizi seimbang juga sangat membantu. Perbanyak buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, jeruk, dan pepaya. Buah-buahan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh selama cuaca panas.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Mereka lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat suhu tinggi sehingga sebaiknya tidak terlalu lama berada di bawah sinar matahari dan tetap berada di lingkungan yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.

Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda tubuh mulai mengalami gangguan akibat panas. Gejalanya dapat berupa keringat berlebihan, kulit terasa sangat panas, pusing, mual, jantung berdebar, kram otot, tubuh lemas, hingga urine yang berwarna kuning pekat. Bila kondisi tersebut muncul, segera pindah ke tempat yang lebih sejuk, minum air putih, kompres tubuh dengan kain basah, dan apabila gejala tidak membaik segera mencari pertolongan di fasilitas kesehatan terdekat.

Hal lain yang sering diabaikan adalah tidak meninggalkan anak-anak, lansia, maupun hewan peliharaan di dalam kendaraan yang terparkir, meskipun hanya beberapa menit. Suhu di dalam mobil dapat meningkat dengan sangat cepat dan membahayakan keselamatan.

Menghadapi cuaca panas ekstrem memerlukan kesadaran bersama. Dengan menjaga asupan cairan, mengurangi paparan sinar matahari langsung, mengenakan pakaian yang sesuai, mengonsumsi makanan bergizi, dan mengenali gejala gangguan akibat panas sejak dini, masyarakat dapat tetap sehat dan produktif meskipun suhu udara sedang meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....