Komisi V DPR RI Dorong Informasi Iklim Menjangkau Seluruh Desa di NTB

  • 05 Jul 2026 15:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim dan ancaman bencana terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang digelar BMKG Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Ujung Landasan Restaurant, Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, masyarakat dibekali pengetahuan penting mengenai informasi cuaca, iklim, kebencanaan hingga mitigasi risiko yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan NTB II, H. Abdul Hadi, S.E., M.M., yang menegaskan Sekolah Lapang Iklim merupakan program yang secara konsisten didukung melalui kerja sama antara DPR RI dan BMKG karena terbukti memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

"Sekolah Lapang Iklim maupun sekolah lapang lainnya hampir setiap tahun kami laksanakan bekerja sama dengan BMKG. Kami melihat manfaatnya sangat besar, terutama dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan, baik di sektor pertanian, kebencanaan, gempa bumi maupun keselamatan masyarakat secara umum," ujarnya, Minggu 5 Juli 2026.

Menurut Abdul Hadi, semakin luas informasi yang diterima masyarakat, maka semakin besar pula kemampuan mereka dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko yang muncul akibat perubahan cuaca maupun bencana alam.

"Informasi yang cepat dan tepat akan membantu masyarakat mengambil langkah antisipasi, baik untuk menjaga keselamatan maupun meningkatkan produktivitas pertanian. Karena itu edukasi seperti ini harus terus diperluas," katanya.

Ia menjelaskan, dukungan anggaran terhadap penguatan sistem meteorologi dan mitigasi bencana hidrometeorologi terus menjadi perhatian Komisi V DPR RI. Pembaruan peralatan BMKG dinilai penting agar informasi yang diterima masyarakat semakin akurat dan dapat disampaikan dalam waktu yang lebih cepat.

"Anggaran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jangan sampai peralatan yang digunakan sudah usang sehingga informasi menjadi kurang akurat dan lambat. Yang kita butuhkan adalah teknologi yang semakin modern agar informasi cuaca dan iklim semakin cepat, tepat, dan dapat dipercaya," tegasnya.

Abdul Hadi menambahkan, pembaruan teknologi di BMKG menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, kecepatan informasi sangat menentukan keberhasilan mitigasi bencana maupun pengambilan keputusan di sektor pertanian.

"Harapan kami, seluruh peralatan yang dimiliki BMKG benar-benar memberikan manfaat maksimal sebagai sumber informasi bagi masyarakat," ucapnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan BMKG. Sinergi tersebut dinilai sangat penting agar informasi prakiraan cuaca, perubahan iklim, hingga potensi bencana dapat diteruskan secara cepat kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.

"Keberadaan BMKG di setiap provinsi harus dimanfaatkan dengan membangun komunikasi yang baik. Pemerintah daerah memiliki jaringan hingga tingkat RT sehingga penyebaran informasi akan jauh lebih efektif apabila seluruh desa ikut dilibatkan," katanya.

Melalui keterlibatan perwakilan desa dalam Sekolah Lapang Iklim, diharapkan informasi yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Semakin luas jangkauan informasi tersebut, semakin kuat pula kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, cuaca ekstrem, maupun berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Semakin banyak desa yang memahami informasi iklim, maka semakin cepat pula informasi itu menyebar kepada masyarakat. Inilah yang kami harapkan agar manfaat program ini benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling bawah," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....