Sawah di Lombok Selatan yang Tadah Hujan dan Perlu Efisiensi

  • 30 Jun 2026 19:24 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Kesuksesan penanaman Padi Gogo ditentukan oleh ketepatan penanaman di awal musim hujan yang merupakan momentum awal keberhasilan Padi Gora.

RRI.CO.ID, Mataram - Sawah-sawah di Lombok bagian Selatan, seperti yang telah diketahui, dihadapkan pada kondisi status tadah hujan. Situasi itu, membuat petani perlu melakukan efisiensi karena sumber pengairan yang terbatas. Efisiensi juga bisa mencakup pemilihan jenis tanaman yang tidak rakus air. Selanjutnya diikuti oleh penanaman secara serentak.

Mentor Pemuda Pelopor NTB 2026 Sumaji mengtakan, secara mentalitas, petani memerlukan peran akademisi sebagai mitra petani. Hasil penelitian akademisi dapat mendukung pengembalian unsur hara tanaman. Di satu sisi lain, peran BMKG sangat strategis, yaitu memberikan informasi cuaca agar sektor privat tertarik membeli hasil panen karena dipanen tepat waktu.

“Hasil panen yang berhasil akan menekan laju inflasi sekaligus membuktikan pertanian di desa itu penting. Oleh sebab banyak hal yang dapat dilakukan untuk cita-cita kemandirian pangan. Desa yang mandiri otomatis akan menahan laju urbanisasi. Fungsi-fungsi itu kemudian dapat membangkitkan lagi affirmative experience padi Gogo yang sukses di era Presiden Soeharto,” kata Sumaji kepada RRI, Juni 2026.

Sumaji mengatakan, kesuksesan penanaman Padi Gogo ditentukan oleh ketepatan penanaman di awal musim hujan yang merupakan momentum awal keberhasilan Padi Gora. Keberhasilan penanaman Padi Gora menunjukan pertanian masih menjadi sumber daya utama ekonomi desa. Keberhasilan di bidang pertanian akan menarik minat anak muda untuk bertani demi masa depan. Keterlibatan anak muda sekaligus mengatasi tingkat pengangguran di desa.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Bumi Gora Lombok Sujiadi mengatakan, patut diakui, biaya produksi tani masih tinggi saat ini. Keterbatasan akses teknologi membuat pengeluaran petani cukup besar setiap tahunnya. Sementara peluang perubahan terbuka lebar. Diantaranya, permodalan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Keberhasilan Padi Gora dengan segala rekayasa teknik dan sosial nyata telah mengundang Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto, melakukan panen Gora di Desa Teruwai, Maret 1981. Desa Teruwai, KecamatanPujut, Lombok Tengah, bukan lagi desa yang kekurangan beras untuk dikonsumsi, sehingga harus menanam gora.

Namun ingatan tentang keberhasilan gora masih terbesit di benak warga Teruwai karena gora bukan hanya sekadar padi tapi memiliki filosofi seperti pengamatan RRI di lokasi periode Mei-Juni 2026.

Apa pun itu, yang pasti sistem Gogo Rancah telah mengubah semua kepedihan warga di Lombok Selatan. Melalui system penggabungan bertani di lahan basah dan lahan tadah hujan telah membawa kesuksesan terhadap penerapan intensifikasi gora agar sukses hingga panen di tengah curah hujan yang pendek.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....