PLN UIW NTB Edukasi Mahasiswa STIE Bima Cegah Kekerasan Seksual
- 30 Jun 2026 19:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima – Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dari kekerasan seksual terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan perguruan tinggi. Salah satu langkah tersebut diwujudkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui program Srikandi Goes to Campus yang digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima, Rabu 17 Juni 2026.
Kegiatan bertajuk "Pencegahan Sexual Harassment di Lingkungan Kampus dan Kerja" itu diikuti ratusan mahasiswa, mahasiswi, serta dosen. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memperluas edukasi mengenai kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan pencegahan kekerasan berbasis gender, khususnya di kalangan generasi muda.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, PLN menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima. Dalam sesi diskusi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai bentuk pelecehan seksual, faktor penyebab, langkah-langkah pencegahan, mekanisme pelaporan, hingga pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan kampus maupun dunia kerja.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan kampanye pencegahan kekerasan seksual tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga harus dibangun melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat sejak dini.
Menurutnya, mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menghargai hak setiap individu serta menciptakan ruang yang aman dan bebas dari diskriminasi.
"Melalui Srikandi Goes to Campus, kami ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan lingkungan kampus dan tempat kerja yang aman merupakan tanggung jawab bersama. PLN percaya pendidikan menjadi fondasi penting dalam membentuk budaya saling menghormati, menjunjung kesetaraan, serta berani mencegah dan melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual," ujar Sri Heny Purwanti.
Ia menambahkan, Srikandi PLN hadir tidak hanya sebagai wadah pengembangan perempuan di lingkungan perusahaan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai program sosial yang berdampak.
Sementara itu, pihak STIE Bima mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi institusi pendidikan saat ini. Edukasi mengenai kekerasan seksual dinilai penting untuk memperkuat budaya kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga diberi kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait bentuk-bentuk kekerasan seksual yang kerap terjadi, termasuk langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban maupun saksi.
Melalui kegiatan tersebut, PLN berharap kesadaran mengenai pentingnya perlindungan terhadap setiap individu dapat terus tumbuh, sehingga tercipta lingkungan belajar dan bekerja yang lebih sehat, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....