BPBD Lombok Barat Kekurangan Armada Mobil Tangki Penanganan Bencana
- 29 Jun 2026 16:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Keterbatasan armada masih menjadi tantangan serius bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat dalam mempercepat distribusi bantuan saat terjadi bencana. Hingga kini, instansi tersebut belum memiliki satu pun mobil tangki air yang menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak dalam operasi penanganan darurat.
Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, mengungkapkan armada yang dimiliki saat ini masih sangat terbatas sehingga pelaksanaan tugas di lapangan harus mengandalkan kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Untuk armada kami masih punya truk serbaguna, satu unit pick up Strada dan dua unit pick up Isuzu. Itu saja yang kami miliki saat ini," ujarnya. Senin 29 Juni 2026.
Menurut Toni, ketiadaan mobil tangki menjadi persoalan yang terus dihadapi BPBD, terutama ketika harus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan maupun bencana lainnya.
"Kalau untuk mobil tangki kami belum punya. Kami sudah mengusulkan bantuan kepada BNPB, namun sampai sekarang belum terealisasi. Padahal kebutuhan itu sangat mendesak bagi BPBD dalam mendukung penanganan bencana," katanya menegaskan.
Meski menghadapi keterbatasan tersebut, BPBD Lombok Barat memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan mengedepankan kerja sama lintas instansi. Selama ini distribusi air bersih dan penanganan darurat dilakukan bersama sejumlah mitra.
"Kami terus berkolaborasi dengan Bank NTB, PTAM Giri Menang, PMI, Damkarmat Lombok Barat hingga BPBD Provinsi. Kolaborasi ini menjadi solusi sementara untuk mengatasi berbagai kendala armada yang kami hadapi," ucapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman penanganan bencana dari tahun ke tahun, kebutuhan armada ideal untuk mendukung distribusi bantuan sedikitnya mencapai lima unit kendaraan operasional yang dapat bekerja secara normal.
"Idealnya, kalau melihat kebutuhan setiap tahun, kami membutuhkan sekitar lima unit kendaraan operasional agar pendistribusian bantuan dapat berjalan lebih maksimal," katanya.
Selain mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat melalui BNPB, BPBD Lombok Barat juga terus berupaya mendapatkan dukungan kendaraan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).
"Kami terus berupaya meminta dukungan kendaraan dari pemerintah pusat. Sementara ini, penanganan tetap kami maksimalkan dengan memanfaatkan armada milik para mitra yang selama ini selalu membantu," ujarnya.
Toni menambahkan, pengadaan satu unit mobil tangki air sebenarnya tidak membutuhkan anggaran yang terlalu besar. Menurutnya, kendaraan berkapasitas sekitar 5.000 liter lebih sesuai dengan kondisi geografis Lombok Barat yang didominasi wilayah perbukitan.
"Harga satu unit mobil tangki tidak sampai Rp1 miliar. Kami memilih kapasitas sekitar 5.000 liter karena lebih aman dan efektif digunakan di medan perbukitan yang banyak terdapat di Lombok Barat. Kapasitas yang terlalu besar justru akan menyulitkan mobilitas saat distribusi bantuan," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....