Ambruknya Ruang Kelas, Jadi Alarm Evaluasi Bangunan Sekolah

  • 26 Jun 2026 06:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram-Ambruknya dua ruang kelas di MTs Badrussalam NW Sekarbela menjadi peringatan bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Mataram untuk lebih serius memantau kondisi bangunan sekolah.

Pemerintah Kota Mataram meminta pihak sekolah maupun yayasan pendidikan rutin melakukan pemeriksaan fisik gedung dan segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengatakan banyak bangunan sekolah di Kota Mataram yang telah berusia cukup tua sehingga membutuhkan pengawasan dan perawatan berkala. Menurutnya, bangunan yang mengalami kerusakan berat sebaiknya tidak lagi digunakan sebelum dilakukan perbaikan.

“Kami meminta pihak sekolah dan yayasan terus memantau kondisi fisik bangunan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas,” ujarnya Kamis 25 Juni 2026.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil asesmen teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, Dinas Sosial juga akan dilibatkan dalam proses pemulihan pascakejadian.

"Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan konsep pembangunan kembali, termasuk kemungkinan penggunaan material yang lebih ringan pada bagian atap guna mengurangi risiko kerusakan di masa mendatang." Kata Mohan Menambahkan.

Sebagai bentuk respons cepat, Pemkot Mataram menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp50 juta kepada MTs Badrussalam NW Sekarbela. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu yayasan mempercepat renovasi dua ruang kelas yang roboh sehingga aktivitas pendidikan dapat segera kembali normal.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban yayasan untuk melakukan perbaikan, terlebih dalam waktu dekat akan ada penerimaan murid baru,” ujar Mohan.

Sebelumnya, dua ruang kelas di MTs Badrussalam NW yang berlokasi di Jalan Sultan Kaharuddin, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, ambruk pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 Wita. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka karena kegiatan belajar mengajar telah selesai saat bangunan roboh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....