PHDI Hadir untuk Umat: Membangun Kerukunan, Pendidikan, Kesejahteraan Spiritual
- 24 Jun 2026 12:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Peran strategis Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dalam membangun kehidupan umat Hindu yang harmonis, cerdas, dan berkualitas menjadi pembahasan utama dalam program Tanya Jawab Agama Hindu yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Mataram, Selasa 23 Juni 2026 malam. Dialog menghadirkan Pengurus Harian PHDI NTB, Nyoman Widhiarsana, ST., CH., CI.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa PHDI bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan majelis umat Hindu yang memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan kualitas kehidupan umat Hindu.
Menurut Nyoman Widhiarsana, salah satu tugas utama PHDI adalah membantu pemerintah menciptakan dan memelihara kerukunan antarumat beragama. Peran tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif PHDI dalam berbagai forum lintas agama, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
"Ketika kerukunan terjaga dengan baik, maka kehidupan umat beragama, baik Hindu, Islam, Buddha, Kristen, Katolik maupun Konghucu, akan berlangsung harmonis. Dari situlah kualitas kehidupan masyarakat dapat terus meningkat," ujarnya.
Selain menjaga kerukunan, PHDI juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia umat Hindu melalui pengembangan pendidikan keagamaan, salah satunya dengan mendorong pembentukan pasraman atau lembaga pendidikan Hindu. Melalui pendidikan tersebut, umat diharapkan memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, serta etika yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.
PHDI juga memiliki fungsi penting dalam memberikan kepastian dan kesatuan tafsir terhadap berbagai persoalan keagamaan Hindu. Melalui Paruman Pandita yang berada di bawah naungan PHDI, berbagai perbedaan pandangan atau tafsir yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui keputusan yang menjadi pedoman bersama bagi umat.
"Ketika terjadi perbedaan tafsir yang dipengaruhi adat maupun tradisi, umat membutuhkan satu acuan yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan dalam menjalankan kewajiban keagamaan maupun sebagai warga negara," jelasnya.
Lebih lanjut, Nyoman memaparkan sejumlah program kerja PHDI NTB yang telah dan akan dilaksanakan pasca Lokasabha atau Musyawarah Daerah pada 15 Februari 2025. Program-program tersebut terbagi ke dalam empat bidang utama yang berfokus pada pembinaan umat dan pelestarian lingkungan.
Di bidang Parahyangan, berbagai kegiatan keagamaan telah dilaksanakan, seperti Upacara Segara Kerti yang bertujuan memohon keselamatan dan kelestarian laut serta pantai. PHDI juga terlibat dalam rangkaian Hari Raya Nyepi melalui kegiatan Melasti, Pecaruan, pawai Ogoh-ogoh, hingga Dharma Santi yang mempererat hubungan umat dengan pemerintah dan masyarakat.
Ke depan, pada Oktober hingga November 2026, PHDI NTB berencana menggelar Upacara Dharma Bhakti di kawasan Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Kegiatan ini menjadi wujud doa dan komitmen umat Hindu dalam menjaga kelestarian sumber air dan lingkungan hidup.
Sementara pada Desember 2026, PHDI akan mengadakan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon. Program tersebut tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga mengandung pesan moral agar setiap pohon yang ditanam dipelihara layaknya merawat kehidupan.
"Bagi umat Hindu, pohon yang ditanam harus dijaga dan dirawat. Pohon akan memberikan kehidupan bagi manusia dan menjaga keseimbangan alam semesta," kata Nyoman.
Melalui berbagai program tersebut, PHDI NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak kerukunan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan demi terwujudnya kehidupan umat Hindu yang semakin berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....