Antsipasi Gas Kelar Daerah, Dompu Aktifkan Pos Batas
- 22 Jun 2026 13:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – PT Pertamina Patra Niaga melalui Depo Bima mengklaim distribusi gas LPG subsidi 3 kilogram ke Kabupaten Dompu berjalan lancar. Bahkan, kuota untuk Dompu disebut mengalami penambahan hingga 5 persen. Namun di lapangan, kondisi berbeda justru dirasakan masyarakat. Gas melon tetap sulit didapatkan di sejumlah pangkalan maupun pengecer, bahkan harga jual terus melonjak.
Kelangkaan ini memunculkan dugaan kuat bahwa selain dipicu oleh panic buying, jatah gas subsidi untuk Dompu juga diduga bocor ke luar daerah. Dugaan itu diperkuat dari temuan di sejumlah pangkalan LPG, di mana saat distributor menurunkan tabung gas, terlihat antrean mobil pick up yang diduga siap mengangkut LPG subsidi tersebut ke luar wilayah Dompu.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, Khairul Insyan, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama kepolisian dan para pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan distribusi.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, memang ada indikasi distribusi keluar daerah. Karena itu kami sudah koordinasi untuk mengaktifkan kembali pos pengawasan di tiap perbatasan,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pola pengawasan seperti ini pernah diterapkan saat Pemerintah Kabupaten Dompu mengantisipasi kelangkaan bahan pokok. Saat itu, sistem pemeriksaan kendaraan di jalur perbatasan dinilai cukup efektif menekan pengiriman barang keluar daerah secara ilegal.
Dalam skema pengawasan yang akan diaktifkan kembali, setiap kendaraan yang keluar dari wilayah Dompu, terutama mobil bak terbuka, akan menjalani pemeriksaan ketat.
Pemkab menduga sebagian gas jatah Dompu dijual ke wilayah lain seperti Kecamatan Empang dan Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa, serta Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima. Di wilayah-wilayah tersebut, harga LPG subsidi dilaporkan mencapai Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi.
Akibat praktik distribusi ilegal itu, harga gas melon di Dompu ikut melonjak drastis. Jika sebelumnya satu tabung LPG 3 kilogram dijual di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu, kini harganya menembus Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per tabung.
Pemerintah Kabupaten Dompu pun mengingatkan agen maupun pangkalan untuk tidak bermain curang dalam distribusi barang subsidi. Pemkab mengancam akan mengusulkan pencabutan izin bagi agen atau pangkalan yang terbukti menyalurkan LPG subsidi secara tidak sesuai aturan.
Langkah tegas ini dinilai penting agar gas subsidi tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat kecil yang memang berhak menerima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....