Sektor Pariwisata Justru Untung saat Nilai Dollar Terus Menguat
- 22 Jun 2026 07:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Optimisme menyelimuti sektor perhotelan di kawasan wisata Senggigi menjelang puncak musim liburan pertengahan tahun. Tren pemesanan kamar yang terus meningkat menjadi sinyal positif bagi kebangkitan industri pariwisata, terutama dengan mulai mendominasinya wisatawan mancanegara.
General Manager Merumatta Senggigi, Fahrurrozi, mengungkapkan tingkat okupansi hotel selama Juni masih relatif stabil jika dibandingkan dengan Mei. Namun, memasuki Juli hingga Agustus, lonjakan permintaan kamar diperkirakan akan meningkat drastis seiring dimulainya musim high season.
"Tingkat hunian pada Juni memang tidak berbeda jauh dibandingkan Mei. Tetapi mulai Juli dan Agustus peningkatannya sudah sangat signifikan karena memasuki masa high season," ujarnya, Minggu 21 Juni 2026.
Menurutnya, optimisme tersebut didasarkan pada tingginya jumlah reservasi yang telah masuk beberapa bulan sebelum musim liburan berlangsung. Bahkan, tingkat okupansi pada Juli dan Agustus diproyeksikan mampu mencapai sekitar 80 persen.
"Kami optimistis pada Juli dan Agustus tingkat hunian bisa ditutup di kisaran 80 persen. Permintaan kamar sudah meningkat cukup pesat," katanya.
Fahrurrozi menjelaskan, peningkatan tersebut tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga didorong oleh pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang semakin besar. Kondisi ini dinilai menjadi peluang positif bagi industri perhotelan di Lombok.
Ia menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata yang mengandalkan pasar internasional. Dengan daya beli yang lebih kuat, wisatawan asing dinilai semakin tertarik menjadikan Indonesia, khususnya Lombok, sebagai destinasi liburan.
"Dengan adanya kenaikan dolar, sebenarnya hotel mendapatkan keuntungan karena akan semakin banyak tamu dari luar negeri yang datang. Nilai tukar mereka jauh lebih kuat sehingga biaya berwisata ke Indonesia menjadi lebih kompetitif," tegasnya.
Selama ini, komposisi tamu yang menginap di Merumatta Senggigi masih didominasi wisatawan domestik dengan perbandingan sekitar 70 persen domestik dan 30 persen mancanegara. Namun, kondisi tersebut diperkirakan akan berubah dalam beberapa bulan mendatang.
"Saya berharap komposisinya bisa berbalik, yakni sekitar 70 persen wisatawan mancanegara dan 30 persen wisatawan domestik," ucapnya.
Harapan tersebut mulai terlihat dari perkembangan reservasi yang masuk. Saat ini, kontribusi pemesanan dari wisatawan mancanegara telah mencapai sekitar 40 persen, menunjukkan pasar internasional mulai kembali bergairah.
"Kondisi ini menjadi sinyal yang sangat baik bagi dunia pariwisata Lombok. Saat ini pemesanan dari wisatawan mancanegara sudah berada di kisaran 40 persen dan kami optimistis angkanya akan terus meningkat selama musim liburan," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....