Pemkab Bima Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026

  • 20 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah Kabupaten Bima menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Kegiatan yang diprakarsai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bima tersebut menjadi momentum penting dalam mengumpulkan data ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah ke depan.

Dalam apel tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Bima Hariman mewakili Bupati Bima menyampaikan bahwa pembangunan yang berhasil harus didasarkan pada data yang akurat, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, tanpa data yang valid, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam menentukan program prioritas dan mengukur kebutuhan riil masyarakat.

“Fondasi utama pembangunan adalah data. Oleh karena itu, Sensus Ekonomi menjadi sangat penting karena memberikan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan potensi usaha yang berkembang di Kabupaten Bima,” katanya.

Hariman menambahkan bahwa Kabupaten Bima memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik ekonomi yang beragam. Beberapa kecamatan mengandalkan sektor pertanian dan peternakan, sementara wilayah lainnya berkembang melalui perdagangan, industri pengolahan maupun sektor jasa.

Keberagaman tersebut membutuhkan pemetaan yang detail agar program pembangunan yang dirancang pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia berharap hasil sensus dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pelaku usaha dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Hariman juga memberikan pesan khusus kepada para petugas sensus yang akan terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada kualitas kerja petugas lapangan. Karena itu, ketelitian, kejujuran dan kemampuan berkomunikasi menjadi aspek penting yang harus dimiliki setiap petugas.

“Kalian adalah ujung tombak sensus. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar pembangunan daerah selama beberapa tahun ke depan. Karena itu, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bima Lalu Yuriade Mulana menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi perekonomian Indonesia.

Di Kabupaten Bima, pelaksanaan sensus dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah penduduk dan lokasi usaha guna memastikan seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata secara lengkap.

Menurut Yuriade, data yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk mengetahui jumlah dan jenis usaha yang berkembang, potensi ekonomi wilayah, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

“Data hasil sensus akan menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi, investasi, pengembangan UMKM hingga perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya.

Pelaksanaan pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 537 petugas lapangan yang disebar di seluruh kecamatan.

BPS optimistis dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bima dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....