TPS Konvensional Hilang, Mataram Andalkan Sistem Keliling

  • 16 Jun 2026 08:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Kota Mataram memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan seluruh wilayah di enam kecamatan kini telah meninggalkan sistem Tempat Penampungan Sampah (TPS) konvensional dan beralih sepenuhnya ke TPS mobile atau TPS keliling.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan sistem TPS mobile terbukti mampu meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah dari sumber hingga ke tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses penumpukan di TPS.

"Kita sudah bebas dari penggunaan TPS konvensional. Sistem TPS mobile yang diterapkan saat ini terbukti lebih efektif dan efisien. Kondisi lokasi TPS juga jauh lebih bersih karena tidak ada lagi sampah yang mengendap atau menumpuk berhari-hari," ujar Denny sapaan akrabnya, Selasa 16 Juni 2026.

Menurutnya perubahan tersebut terlihat nyata di sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah. Kini kawasan TPS lebih tertata karena sampah yang datang langsung dipindahkan ke armada pengangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat.

"Jadi petugas menggunakan kendaraan roda tiga untuk mengumpulkan sampah dari lingkungan permukiman. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke titik TPS mobile sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan langsung dipindahkan ke dump truk yang sudah disiagakan," katanya menjelaskan.

Dengan pola tersebut, sampah tidak lagi disimpan sementara di TPS sebagaimana sistem konvensional. Seluruh sampah yang masuk langsung diangkut menuju TPA sehingga potensi timbulnya bau, pencemaran lingkungan, maupun gangguan kesehatan masyarakat dapat ditekan.

"Begitu sampah tiba di TPS mobile, langsung dinaikkan ke dump truk dan dibawa ke TPA. Tidak ada lagi proses penumpukan seperti sebelumnya," ujarnya menambahkan.

Saat ini terdapat enam titik TPS mobile yang menjadi pusat layanan pengangkutan sampah di Kota Mataram, yakni TPS Bintaro, Lawata, Pagutan, TPS depan Universitas 45 Cakranegara, Karang Baru, dan Sandubaya.

"Ini menjadi bagian dari upaya kami mengurangi titik-titik penumpukan sampah yang selama ini kerap menimbulkan persoalan lingkungan dan estetika kota," katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....