NTB Gandeng AS Atasi Ancaman Pencemaran Air akibat Aktivitas Tambang

  • 15 Jun 2026 17:40 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Amerika Serikat akan membantu Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan kualitas air di tengah kekhawatiran dampak aktivitas pertambangan terhadap sumber air masyarakat.
  • Melalui program AWEP, Amerika Serikat akan menghadirkan pakar hidrologi untuk berbagi keahlian teknis, melakukan kajian kualitas air, serta membantu pemerintah daerah memitigasi potensi dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan.

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Amerika Serikat akan membantu Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan kualitas air di tengah kekhawatiran dampak aktivitas pertambangan terhadap sumber air masyarakat. Rencana kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, dengan tim Ambassadors Water Expert Program (AWEP) dari Amerika Serikat di Mataram, Senin, 15 Juni 2026.

Melalui program AWEP, Amerika Serikat akan menghadirkan pakar hidrologi untuk berbagi keahlian teknis, melakukan kajian kualitas air, serta membantu pemerintah daerah memitigasi potensi dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Konsul Politik dan Ekonomi Amerika Serikat, John McDaniel, mengatakan NTB dipilih sebagai lokasi program karena tingginya perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap isu lingkungan, khususnya terkait keberadaan industri pertambangan.

“Kami menerima banyak aspirasi mengenai kekhawatiran dampak pertambangan terhadap lingkungan dan kesehatan. Melalui program ini, kami ingin berbagi pengalaman dan keahlian untuk membantu menilai kualitas air serta mengurangi risiko dari aktivitas pertambangan seperti tembaga, emas, dan nikel,” kata John.

Sejumlah wilayah di NTB diketahui memiliki potensi pertambangan besar. Namun, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan menjaga kualitas lingkungan, terutama memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan persoalan air menjadi isu penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, termasuk upaya penanganan stunting. “NTB memiliki potensi tambang yang besar, tetapi kita juga menghadapi tantangan pencemaran sumber air bersih yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Indah.

Menurut dia, kerja sama melalui AWEP sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperbaiki sanitasi dan memperluas akses air bersih. Pemerintah Provinsi NTB juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan data yang dibutuhkan tim ahli Amerika Serikat untuk mendukung kajian tersebut.

Selain kualitas air, pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga kawasan konservasi, termasuk Taman Nasional Gunung Rinjani yang menjadi salah satu kawasan alam penting di NTB. Wagub berharap kerja sama dengan Amerika Serikat tidak berhenti pada kajian, tetapi berlanjut menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga sumber daya air dan lingkungan di NTB.

“Program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kerja sama NTB dan Amerika Serikat dalam isu lingkungan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....