Pasokan Menipis, Harga Cabai di Mataram Naik
- 11 Jun 2026 15:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Berkurangnya pasokan komoditas hortikultura dari daerah penyangga mulai berdampak pada harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Mataram. Dalam beberapa hari terakhir, harga cabai, tomat, dan bawang putih mengalami kenaikan, sementara bawang merah masih bergerak fluktuatif mengikuti kondisi pasokan di pasar.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menilai gejolak harga tersebut belum mengarah pada kelangkaan, namun lebih disebabkan oleh berkurangnya distribusi hasil pertanian dari sentra produksi yang selama ini memasok kebutuhan pasar di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan hasil pemantauan di tingkat distributor dan pasar tradisional menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas hortikultura dalam beberapa hari terakhir.
“Setelah kami melakukan survei harga pasar dan koordinasi dengan distributor, memang terjadi kenaikan pada beberapa komoditas hortikultura. Namun kondisi ini masih bersifat fluktuatif karena pasokan dari daerah penyangga sedang berkurang,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.
Komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan adalah cabai. Jika dua hari sebelumnya harga cabai masih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, kini harga di pasar tradisional mencapai Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram.
Menurutnya kenaikan tersebut murni dipicu oleh berkurangnya pasokan yang masuk ke Pasar Induk Mandalika. Dalam kondisi normal, stok cabai yang masuk ke pasar induk bisa mencapai sekitar 500 kilogram per minggu. Namun saat ini jumlahnya turun menjadi sekitar 250 hingga 300 kilogram per minggu.
| Baca juga: Warga Diajak Awasi Harga Minyakita |
“Kondisi ini terjadi karena suplai dari daerah penyangga menurun. Namun kami mendapat informasi bahwa petani di Pulau Sumbawa akan segera memasuki masa panen cabai lokal ori sehingga diharapkan dapat membantu menambah pasokan dan menekan harga,” katanya Nida sapaan Akrabnya.
Selain cabai sambung Nida harga tomat juga mengalami kenaikan dari Rp12.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah justru mengalami penurunan tipis dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram seiring masuknya tambahan pasokan ke pasar.
Di sisi lain, harga bawang putih impor yang banyak diminati masyarakat karena ukuran umbinya lebih besar juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Saat ini harga bawang putih impor mencapai Rp40.000 per kilogram, naik dari kisaran sebelumnya Rp32.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
| Baca juga: Anggaran Bale Mentaram Berpotensi Bertambah |
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Disdag Kota Mataram akan terus melakukan pemantauan secara intensif di pasar tradisional maupun distributor selama sepekan ke depan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan harga dan ketersediaan stok di lapangan.
“Kami akan terus memantau harga hingga seminggu ke depan. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk menentukan langkah yang diperlukan apabila harga masih tinggi,” ujarnya.
Jika tren kenaikan harga berlanjut dan memberatkan masyarakat, Disdag menyiapkan opsi pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) sebagai instrumen intervensi pemerintah untuk membantu menjaga keterjangkauan harga sekaligus menstabilkan pasokan komoditas strategis.
"Dengan masuknya musim panen di sejumlah sentra produksi dalam waktu dekat kami berharap pasokan kembali normal sehingga gejolak harga hortikultura di pasar tradisional Kota Mataram dapat segera mereda," kata Nida
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....