Maskapai Internasional Tambah Frekuensi Jadi 10 Kali Seminggu di Bansara Lombok

  • 09 Jun 2026 12:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Konektivitas udara internasional Pulau Lombok terus menunjukkan perkembangan positif. Maskapai asal Singapura, Scoot, resmi menambah frekuensi penerbangan rute Singapura-Lombok pulang pergi dari sebelumnya empat kali menjadi sepuluh kali penerbangan per minggu mulai Juni 2026.

Penambahan frekuensi tersebut menjadi sinyal meningkatnya permintaan perjalanan internasional dari dan menuju Nusa Tenggara Barat, sekaligus memperkuat posisi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sebagai salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara ke Pulau Lombok.

General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, mengatakan peningkatan frekuensi penerbangan Scoot merupakan bentuk kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar penerbangan internasional di Lombok.

"Penambahan frekuensi penerbangan Scoot ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat. Selain memberikan lebih banyak alternatif jadwal perjalanan bagi pengguna jasa, peningkatan frekuensi ini juga menjadi indikator positif terhadap permintaan perjalanan internasional dari dan menuju Lombok," ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.

Dengan penambahan tersebut, penerbangan Scoot kini tersedia setiap hari. Bahkan pada hari tertentu terdapat dua jadwal penerbangan dalam sehari yang menghubungkan Lombok dan Singapura.

Menurut Aidhil, peningkatan frekuensi penerbangan internasional ini tidak hanya mempermudah mobilitas wisatawan, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi sektor perdagangan, investasi, dan bisnis di NTB.

Singapura selama ini menjadi salah satu hub penerbangan internasional utama di kawasan Asia Tenggara. Melalui Bandara Changi, wisatawan dari berbagai negara dapat melanjutkan perjalanan menuju Lombok dengan konektivitas yang semakin mudah dan fleksibel.

Penambahan frekuensi penerbangan Scoot juga diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi unggulan di NTB, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Gili Tramena, serta berbagai destinasi wisata alam dan budaya lainnya.

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sendiri terus didorong menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Kehadiran lebih banyak penerbangan internasional dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Dengan beroperasinya 10 penerbangan Scoot setiap pekan, akses internasional menuju Lombok kini semakin terbuka lebar dan memperkuat posisi NTB sebagai salah satu tujuan wisata unggulan Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....