Ngopi Bareng Merancang Masa Depan Mataram
- 08 Jun 2026 06:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Forum Big Table Mataram 2026: Future City membuktikan bahwa gagasan besar tentang masa depan kota tidak selalu lahir dari ruang rapat resmi. Di sebuah kafe sederhana di kawasan Dasan Agung, puluhan akademisi, komunitas, pemerintah, dan warga duduk setara membicarakan satu hal yang sama: bagaimana menjadikan Mataram sebagai kota yang layak bagi semua.
Penggagas forum, Muhamad Bai'ul Hak, menegaskan bahwa kota harus lebih sering menjadi bahan percakapan publik. Menurutnya, kritik terhadap berbagai persoalan perkotaan perlu diiringi dengan kontribusi nyata dari masyarakat.
“Kita tidak bisa terus mengeluh lalu berhenti pada saling menyalahkan. Yang dibutuhkan adalah ruang untuk menunjukkan apa yang bisa kita lakukan dan kontribusi apa yang bisa kita berikan,” ujarnya, Minggu 7 Juni 2026.
| Baca juga: Mataram Bidik Prestasi Lebih Tinggi di MTQ |
Dari sisi akademik, diskusi memperlihatkan pentingnya pemahaman yang lebih substansial tentang konsep kota cerdas. Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota UNS Solo, Chrisna Trie Hadi Permana, mengingatkan bahwa smart city bukan sekadar pemanfaatan teknologi.
“Kota yang cerdas adalah kota yang mampu memahami kebutuhan masyarakatnya dan mengambil keputusan berbasis data,” katanya.
Pandangan ini diperkuat oleh I Wayan Agus Arimbawa yang menilai keberhasilan smart city sangat bergantung pada hadirnya smart citizen, yakni warga yang aktif berpartisipasi dalam menyelesaikan persoalan kota.
Perspektif yang lebih humanis disampaikan dr. Wahyu Sulistya Afarah yang mengajak peserta melihat kota dari sudut kesehatan dan keberpihakan sosial. Ia menekankan bahwa kualitas kota tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman di segala sektor.
"Kita ingin ada akses yang setara bagi penyandang disabilitas, perhatian terhadap kesehatan mental, serta perlindungan bagi kelompok rentan," katanya.
Kehadiran berbagai komunitas, mulai dari Urban Creative Community, AI.Kota hingga pegiat energi terbarukan dan data karbon, memberi warna tersendiri dalam forum tersebut. Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, M. Ramadhani, bahkan mengaku optimistis melihat tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu perkotaan.
“Saya datang untuk mendengar. Mendengar gagasan, kritik, masukan, dan harapan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....