Hadirnya Industri Rokok Lokal, DBHCHT Dompu Diprediksi Bertambah
- 04 Jun 2026 16:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Peresmian Pabrik Rokok Rakyat di Desa Kadindi, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menjadi tonggak baru dalam arah pembangunan ekonomi daerah. Kehadiran pabrik rokok rakyat tersebut dinilai sebagai langkah nyata peralihan orientasi ekonomi Dompu dari sektor agraris menuju agroindustri.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas berdirinya pabrik rokok rakyat tersebut. Menurutnya, keberadaan industri pengolahan di daerah menjadi momentum penting bagi Dompu untuk tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan baku.
“Kita mulai mengalihkan kompas ekonomi kita yang mana selama ini berpuluh-puluh tahun kita berputar hanya kepada agraris, hanya menghasilkan bahan baku,” ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.
Selama ini, kata Bambang, keuntungan besar justru lebih banyak dinikmati pabrik-pabrik di luar daerah yang mengolah hasil pertanian Dompu. Karena itu, pemerintah daerah mulai mendorong lahirnya industri pengolahan agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat Dompu.
“Ini adalah wujud nyata daripada keteguhan kita semua, kerja keras kita semua, bahwa ini tentunya akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut Bambang, keberadaan pabrik rokok rakyat tersebut akan membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah, khususnya dari sektor bea cukai dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Bea dan Cukai Sumbawa beserta jajaran yang hadir pada peresmian tersebut.
“Kalau ini dijual, hitung saja perbatangan itu, akan ngalir terus uang. Akan meningkat lagi penerimaan daripada pendapatan di segi bea dan cukai,” ujarnya.
Pabrik rokok rakyat dengan produk “Imilna Bumen Mandiri Bersinar” itu, lanjutnya, bukan berdiri secara instan. Ada proses panjang penuh perjuangan hingga akhirnya bisa diresmikan.
“Jangan dilihat mewahnya cerita di hari ini. Tapi dengan hati-hati, dengan perjuangan, jatuh bangun, sehingga ada di hari ini. Itu yang harus kita hargai,” katanya.
Bambang menegaskan, pembangunan industri lokal harus terus didorong agar Dompu mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan tidak hanya bergantung sebagai penghasil bahan mentah.
“Kita harus menjadi dominasi, kita harus menguasai, kita harus menjadi tuan rumah di dalam daerah sendiri,” ucapnya.
Ia menjelaskan, kecilnya penerimaan DBHCHT Kabupaten Dompu selama ini disebabkan karena daerah hanya menghasilkan tembakau, sementara industri pengolahannya berada di luar daerah. Padahal, sumber utama DBHCHT berasal dari hasil produksi tembakau dan cukai hasil tembakau itu sendiri.
“Makanya jangan heran di luar sana itu ratusan miliar DBHCHT-nya. Karena sudah menghasilkan tembakau, juga ada pabrik-pabriknya. Dua itulah yang menjadi akumulasi meningkatnya nilai tambah dalam rangka DBHCHT,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Dompu berharap keberadaan pabrik rokok rakyat tersebut menjadi awal tumbuhnya industri-industri baru di daerah, sehingga mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....