STKIP Taman Siswa Bima Jadi Pilihan Ombudsman NTB Lakukan Ini
- 03 Jun 2026 16:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima mendapat kehormatan menjadi lokasi pelaksanaan program "Ombudsman Goes to Campus" yang digelar oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk serasehan dan peningkatan akses pengaduan pelayanan publik tersebut berlangsung penuh antusiasme dan diikuti ratusan mahasiswa.
Kehadiran Ombudsman NTB di kampus tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap hak-hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik yang berkualitas.
STKIP Taman Siswa Bima bahkan menjadi satu-satunya kampus di wilayah Bima yang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, menyambut hangat kedatangan Ombudsman dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus yang dipimpinnya.
"Kami merasa bangga dan berterima kasih karena STKIP Taman Siswa Bima dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program Ombudsman Goes to Campus. Ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lembaga negara yang memiliki peran strategis dalam mengawasi pelayanan publik," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa, khususnya yang menempuh pendidikan di bidang ilmu sosial dan kewarganegaraan.
Di tengah masih terbatasnya forum ilmiah dan ruang diskusi akademik di daerah, kehadiran Ombudsman memberikan pengalaman belajar yang bernilai bagi mahasiswa.
Ia menilai kegiatan semacam ini mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta mekanisme pengawasan yang dapat dilakukan masyarakat terhadap penyelenggara layanan.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai tingkatan semester, terutama mahasiswa semester dua dan semester empat dari dua kampus yang berada di bawah naungan STKIP Taman Siswa Bima. Mayoritas peserta merupakan perempuan yang tengah mempersiapkan diri menjadi tenaga pendidik di masa depan.
"Kebanyakan mahasiswa kami adalah calon guru. Karena itu, pemahaman tentang pelayanan publik, hak-hak warga negara, serta peran lembaga pengawas seperti Ombudsman sangat penting untuk membentuk karakter, integritas, dan wawasan mereka sebagai pendidik," jelas Ibnu Khaldun.
Melalui program tersebut, Ombudsman NTB berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat, mengawasi pelayanan publik, serta berani menyampaikan pengaduan apabila menemukan dugaan maladministrasi dalam pelayanan yang diberikan pemerintah maupun instansi terkait.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, komunikatif, dan interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai pertanyaan terkait persoalan pelayanan publik yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Ombudsman NTB dalam memperluas edukasi publik kepada kalangan akademisi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, peduli, dan berperan aktif dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....